Sunday, 23 December 2012
Sunday, 16 December 2012
Friday, 23 November 2012
NAMA :
MOH.SUYANTO
SEMESTER :
5b
NO
ABSEN :
27
MATA
KULIAH : ADAPTIF
1.Makna
pendidikan penjaskes
Jawab:
Secara
mendasar pendidikan jasmani adaptif adalah sama dengan pendidikan jasmani
biasa. Pendidikan jasmani merupakan salah satu aspek dari seluruh proses
pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan jasmani adaptif merupakan suatu
sistem penyampaian layanan yang bersifat menyeluruh (comprehensif) dan
dirancang untuk mengetahui, menemukan dan memecahkan masalah dalam ranah
psikomotor. Hampir semua jenis ketunaan Anak Luar Biasa memiliki masalah dalam
ranah psikomotor. Masalah psikomotor sebagai akibat dari keterbatasan kemampuan
sensomotorik, keterbatasan dalam kemampuan belajar. Sebagian Anak Luar Biasa
bermasalah dalam interaksi sosial dan tingkah laku. Dengan demikian dapat
dipastikan bahwa peranan pendidikan jasmani bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
sangat besar dan akan mampu mengembangkan mengkoreksi kelainan dan keterbatasan
tersebut.
2.Sejarah
singkat pendidikan adaptif penjaskes
Jawaban:
SEJARAH PENDIDIKAN BERKEBUTUHAN
KHUSUS
Pendidikan
khusus tumbuh dari suatu
kesadaran awal bahwa
beberapa anak
membutuhkan sejenis pendidikan yang
berbeda dari pendidikan yang tipikal atau
biasa agar
dapat mencapai potensi
mereka. Akar dari
kesadaran ini dapat
ditelusuri di Eropa pada tahun
1700-an ketika para pionir tertentu mulai membuat
upaya-upaya terpisah untuk mendidik
anak-anak penyandang cacat.
Salah seorang pionir tersebut bernama Jean-Marc-Gaspard Itard,
seorang
dokter berkebangsaan Perancis
dianggap sebagai bapak pendidikan berkebutuhan
khusus. Karya
Itard yang paling penting adalah usahanya untuk
menolong yang
biasa disebut anak laki-laki liar
dari Aveyron, yang ditemukan di hutan Perancis
pada tahun
1799 dan kemudian diberi
nama Victor. Ia kemungkinan
menderita
cacat/keterbelakangan mental dan
terkucil dari lingkungan. Itard mengajari Victor
semua hal yang dipelajari anak-anak
normal dari keluarga mereka dan di sekolah.
Victor belajar berbicara beberapa
patah kata, berdiri tegak, makan dengan piring
dan
peralatan makan lainnya, dan
berinteraksi dengan orang-orang
lain melalui
teknik yang dtelah dirancang dengan
hati-hati. Itard merekam rincian teknik yang
digunakan
serta filosofi yang relevan
dengan kemajuan Victor.
Banyak dari
teknik-teknik tersebut masih
digunakan hingga hari ini.
3.Olahraganya pendidikan adaptif
JAWAB:
bagi siswa yang memakai kursi
roda satu tim dengan yang normal dalam bermain basket, ia akan dapat
berpartisipasi dengan sukses dalam kegiata tersebut bila aturan yang dikenakan
kepada siswa yang berkursi roda dimodifikasi. Demikian dengan olahraga lainnya.
Oleh karena itu pendidikan jasmani adaptif akan dapat membantu dan menolong
siswa memahami keterbatasan kemampuan jasmani dan mentalnya.
4.Siswa
penyadang cacat atau berkebutuhan pendidikan khusus
Jawab:
Anak
berkebutuhan khusus (Heward)
adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya
tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang
termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak
berbakat, anak
dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak
luar biasa dan anak
cacat. Karena
karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan
pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka,
contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan
Braille dan
tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak berkebutuan khusus
biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya
masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB
bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk
tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.
5.Peran guru dalam pendidikan
adaptif
Jawab:
Peran Guru Pendidikan Jasmani Adaptif
khusus untuk masing-masing
kelainan
Penggunaan pendekatan non-kategori
sangat penting bagi guru pendidikan jasmani.Umpamanya, pada masa lalu guru
diminta mengajar kelas pendidikan jasmani yang semua terdiri dari anak-anak yang
terbelakang mentalnya. Tetapi kategori atau penanaman kelomp[ok itu sebagai
satu keseluruhan sedikit sekali kaitannya dengan kebutuhan , kemampuan dan
minat tiap anak dalam kelas . Sekarang dengan kecenderungan pada non kategori
ank dapat dimasukkan ke dalam kelas berdasarkan pada kemampuan fungsional yang
relevan dengan tujuan kelas. Umpamanya, guru telah diberi informasi bahwa
anak-anak dalm kelas itu kaku dala gerak dan dalam keterampilan gerak
terbelakang, bila dibandingkan dengan teman sebayanyayang normal. Kelas itu
dapat terdiri dari anak yang prestasinya dibawah normal, normal dan di atas
normal.Tambahan lagi , beberapa anak tidak cocok betul dalam satu kategori,
mereka berkelainan ganda. Seorang anak dapat menderita ayan dan dia secara
mental jua terbelakang . Seorang guru dapat mempunyai anak-anak dengan
berkelaian ganda dalam satu kelas. Persiapan professional menurut kategori
tidak akan dapat mempersiapkan seorang guru pun secara optimal untuk mengajar
semua tipe peserta didik. Khusunya dalam pendidikan jasmani , banyak aktivitas
dan metode yang digunakan untuk anak-anak yang berkondisi kelaina gabungan
karena mereka lebih menyerupai atau sama denagn teman sebaya yang normal
daripada mereka berbeda dari teman sebayanya.
6.Siswa
yang berkebutuhan khusus atau yang unik
Jawab:
Anak berkebutuhan khusus perlu dikenal dan diidentifikasikan dari kelompok anak pada umumnya, oleh karena mereka memerlukan pelayanan yang bersifat khusus. Pelayanan tersebut bertujuan untuk membantu anak berkebutuhan khusus mengurangi keterbatasannya dalam hidup bermasyarakat. Dalam rangka mengidentifikasi (menemukan) anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis dan tingkat kelainan organis maupun fungsional anak melalui gejala-gejala yang dapat diamati sehari-hari. Sehubungan dengan hal itu, maka disiapkan alat identifikasi anak berkebutuhan khusus berbentuk kelimat pertanyaan tentang gejala-gejala yang nampak pada anak dalam kesehariannya. Dengan alat identifikasi ini, secara sederhana dapat disimpulkan apakah seseorang tergolong anak berkebutuhan khusus atau bukan.
Identifikasi adalah usaha untuk mengenali atau menemukan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan ciri-ciri yang ada. Identifikasi yang dilakukan untuk menemukenali keberadaan anak berkebutuhan khusus di SD berorientasi pada ciri-ciri atau karakteristik yang ada pada seorang anak yang mencakup hal-hal sebagai berikut.
Anak berkebutuhan khusus perlu dikenal dan diidentifikasikan dari kelompok anak pada umumnya, oleh karena mereka memerlukan pelayanan yang bersifat khusus. Pelayanan tersebut bertujuan untuk membantu anak berkebutuhan khusus mengurangi keterbatasannya dalam hidup bermasyarakat. Dalam rangka mengidentifikasi (menemukan) anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis dan tingkat kelainan organis maupun fungsional anak melalui gejala-gejala yang dapat diamati sehari-hari. Sehubungan dengan hal itu, maka disiapkan alat identifikasi anak berkebutuhan khusus berbentuk kelimat pertanyaan tentang gejala-gejala yang nampak pada anak dalam kesehariannya. Dengan alat identifikasi ini, secara sederhana dapat disimpulkan apakah seseorang tergolong anak berkebutuhan khusus atau bukan.
Identifikasi adalah usaha untuk mengenali atau menemukan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan ciri-ciri yang ada. Identifikasi yang dilakukan untuk menemukenali keberadaan anak berkebutuhan khusus di SD berorientasi pada ciri-ciri atau karakteristik yang ada pada seorang anak yang mencakup hal-hal sebagai berikut.
7.pendekatan
pembelajaran adaptif
Jawab:
pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan prilaku peserta
didik secara adaptif atau generatif.Adapun model dan langkh-langkah yang di
gunakan ialah sebagai berikut:
1.Examples Non Examples
langkah-langkah yang di gunaka
sebagai berikut:
a.Guru mempersiapkan gambar-gambar
sesuai dengan tujuan pembelajaran
b.Guru menempelkan gambar di papan
tulis di tayangkanmelalui OHP atau in fokus.
c.Guru memutarkan film yang
berkaitan dengan materi dan tujuan pelajaran
d.Guru meberi petunjuk dan memberi
kesempatan kepada peserta didikuntuk memperhatikan mangalisa dan menghayati
gambar atua film yang di tayangkan.
2.Artikulasi
Langkah-langkah yang dapat di
lakukan dalam model pembelajaran ini sebagia berikut:
a.Guru menyampaaikan tujuan
pembelajaran.
b.Guru menyajikan materi yang akan
di sampaikan
c.untuk mengetahui daya serap peserta
didik,di bentuk sebuah kelompok berpasang-pasangan.
d.Guru mrngulangi dan menjelaskn
kembali materi yang belum di pahami peserta didik
Jika ingin meteri atau pelajaran di
gemari dan menjadi pelajaran yang faforit bagi peserta didik guru harus mempunyai
gaya mengajar,karena gaya mengajar merupakan proses menyampaikan transisi dan
trasformasi sistem nilai kepada peserta didik.
8.Gaya
mengajar
Jawab:
Adapun gaya mengajar yang di gunakan sebagai berikut:
mengajar teknologis
1. .Materi pembelajaran disesuaikan
dengan tingkat perkembangn peserta didik
2. b.penggunaan multi media merupakan
aspek sangat pentingdalam proses pembelajaranpe serta didik
3. Guru berperan sebagai fasilitator
dalam pembelajaran peserta didik.
4. Motifasi
5. Guru hendaknya memberikan sebuah motivasi
pada peserta didik agar lebih semangat dalam mengikuti pelajaran, motivasi
ialah merupakan kekuatan ( power motivesion ),daya pendorong (drifimg force)
atau pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk
belajar secara aktif,kreatif,efektif,inofatif danivasi mengenangkanbahan dalam
rangka perubahan prilaku,baik dalam aspek kognitif,efektif maupun psikomotor.
Adapun fungsi dari motivasi ialah
sebagia berikut:
1.motivasi
merupakan alat pendorong terjadinya prilaku belajar [eserta didik
2.motivasi
merupakan alat untuk memengaruh prestasi belajar peserta didik.
3.motivasi
merupakan alat untuk membangun sisitem pembelajaran lebih bermakna
contoh soal ADAPTIF
NAMA :
MOH.SUYANTO
SEMESTER :
5b
NO
ABSEN :
27
MATA
KULIAH : ADAPTIF
1.Makna
pendidikan penjaskes
Jawab:
Secara
mendasar pendidikan jasmani adaptif adalah sama dengan pendidikan jasmani
biasa. Pendidikan jasmani merupakan salah satu aspek dari seluruh proses
pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan jasmani adaptif merupakan suatu
sistem penyampaian layanan yang bersifat menyeluruh (comprehensif) dan
dirancang untuk mengetahui, menemukan dan memecahkan masalah dalam ranah
psikomotor. Hampir semua jenis ketunaan Anak Luar Biasa memiliki masalah dalam
ranah psikomotor. Masalah psikomotor sebagai akibat dari keterbatasan kemampuan
sensomotorik, keterbatasan dalam kemampuan belajar. Sebagian Anak Luar Biasa
bermasalah dalam interaksi sosial dan tingkah laku. Dengan demikian dapat
dipastikan bahwa peranan pendidikan jasmani bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
sangat besar dan akan mampu mengembangkan mengkoreksi kelainan dan keterbatasan
tersebut.
2.Sejarah
singkat pendidikan adaptif penjaskes
Jawaban:
SEJARAH PENDIDIKAN BERKEBUTUHAN
KHUSUS
Pendidikan
khusus tumbuh dari suatu
kesadaran awal bahwa
beberapa anak
membutuhkan sejenis pendidikan yang
berbeda dari pendidikan yang tipikal atau
biasa agar
dapat mencapai potensi
mereka. Akar dari
kesadaran ini dapat
ditelusuri di Eropa pada tahun
1700-an ketika para pionir tertentu mulai membuat
upaya-upaya terpisah untuk mendidik
anak-anak penyandang cacat.
Salah seorang pionir tersebut bernama Jean-Marc-Gaspard Itard,
seorang
dokter berkebangsaan Perancis
dianggap sebagai bapak pendidikan berkebutuhan
khusus. Karya
Itard yang paling penting adalah usahanya untuk
menolong yang
biasa disebut anak laki-laki liar
dari Aveyron, yang ditemukan di hutan Perancis
pada tahun
1799 dan kemudian diberi
nama Victor. Ia kemungkinan
menderita
cacat/keterbelakangan mental dan
terkucil dari lingkungan. Itard mengajari Victor
semua hal yang dipelajari anak-anak
normal dari keluarga mereka dan di sekolah.
Victor belajar berbicara beberapa
patah kata, berdiri tegak, makan dengan piring
dan
peralatan makan lainnya, dan
berinteraksi dengan orang-orang
lain melalui
teknik yang dtelah dirancang dengan
hati-hati. Itard merekam rincian teknik yang
digunakan
serta filosofi yang relevan
dengan kemajuan Victor.
Banyak dari
teknik-teknik tersebut masih
digunakan hingga hari ini.
3.Olahraganya pendidikan adaptif
JAWAB:
bagi siswa yang memakai kursi
roda satu tim dengan yang normal dalam bermain basket, ia akan dapat
berpartisipasi dengan sukses dalam kegiata tersebut bila aturan yang dikenakan
kepada siswa yang berkursi roda dimodifikasi. Demikian dengan olahraga lainnya.
Oleh karena itu pendidikan jasmani adaptif akan dapat membantu dan menolong
siswa memahami keterbatasan kemampuan jasmani dan mentalnya.
4.Siswa
penyadang cacat atau berkebutuhan pendidikan khusus
Jawab:
Anak
berkebutuhan khusus (Heward)
adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya
tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang
termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak
berbakat, anak
dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak
luar biasa dan anak
cacat. Karena
karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan
pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka,
contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan
Braille dan
tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak berkebutuan khusus
biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya
masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB
bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk
tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.
5.Peran guru dalam pendidikan
adaptif
Jawab:
Peran Guru Pendidikan Jasmani Adaptif
khusus untuk masing-masing
kelainan
Penggunaan pendekatan non-kategori
sangat penting bagi guru pendidikan jasmani.Umpamanya, pada masa lalu guru
diminta mengajar kelas pendidikan jasmani yang semua terdiri dari anak-anak yang
terbelakang mentalnya. Tetapi kategori atau penanaman kelomp[ok itu sebagai
satu keseluruhan sedikit sekali kaitannya dengan kebutuhan , kemampuan dan
minat tiap anak dalam kelas . Sekarang dengan kecenderungan pada non kategori
ank dapat dimasukkan ke dalam kelas berdasarkan pada kemampuan fungsional yang
relevan dengan tujuan kelas. Umpamanya, guru telah diberi informasi bahwa
anak-anak dalm kelas itu kaku dala gerak dan dalam keterampilan gerak
terbelakang, bila dibandingkan dengan teman sebayanyayang normal. Kelas itu
dapat terdiri dari anak yang prestasinya dibawah normal, normal dan di atas
normal.Tambahan lagi , beberapa anak tidak cocok betul dalam satu kategori,
mereka berkelainan ganda. Seorang anak dapat menderita ayan dan dia secara
mental jua terbelakang . Seorang guru dapat mempunyai anak-anak dengan
berkelaian ganda dalam satu kelas. Persiapan professional menurut kategori
tidak akan dapat mempersiapkan seorang guru pun secara optimal untuk mengajar
semua tipe peserta didik. Khusunya dalam pendidikan jasmani , banyak aktivitas
dan metode yang digunakan untuk anak-anak yang berkondisi kelaina gabungan
karena mereka lebih menyerupai atau sama denagn teman sebaya yang normal
daripada mereka berbeda dari teman sebayanya.
6.Siswa
yang berkebutuhan khusus atau yang unik
Jawab:
Anak berkebutuhan khusus perlu dikenal dan diidentifikasikan dari kelompok anak pada umumnya, oleh karena mereka memerlukan pelayanan yang bersifat khusus. Pelayanan tersebut bertujuan untuk membantu anak berkebutuhan khusus mengurangi keterbatasannya dalam hidup bermasyarakat. Dalam rangka mengidentifikasi (menemukan) anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis dan tingkat kelainan organis maupun fungsional anak melalui gejala-gejala yang dapat diamati sehari-hari. Sehubungan dengan hal itu, maka disiapkan alat identifikasi anak berkebutuhan khusus berbentuk kelimat pertanyaan tentang gejala-gejala yang nampak pada anak dalam kesehariannya. Dengan alat identifikasi ini, secara sederhana dapat disimpulkan apakah seseorang tergolong anak berkebutuhan khusus atau bukan.
Identifikasi adalah usaha untuk mengenali atau menemukan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan ciri-ciri yang ada. Identifikasi yang dilakukan untuk menemukenali keberadaan anak berkebutuhan khusus di SD berorientasi pada ciri-ciri atau karakteristik yang ada pada seorang anak yang mencakup hal-hal sebagai berikut.
Anak berkebutuhan khusus perlu dikenal dan diidentifikasikan dari kelompok anak pada umumnya, oleh karena mereka memerlukan pelayanan yang bersifat khusus. Pelayanan tersebut bertujuan untuk membantu anak berkebutuhan khusus mengurangi keterbatasannya dalam hidup bermasyarakat. Dalam rangka mengidentifikasi (menemukan) anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis dan tingkat kelainan organis maupun fungsional anak melalui gejala-gejala yang dapat diamati sehari-hari. Sehubungan dengan hal itu, maka disiapkan alat identifikasi anak berkebutuhan khusus berbentuk kelimat pertanyaan tentang gejala-gejala yang nampak pada anak dalam kesehariannya. Dengan alat identifikasi ini, secara sederhana dapat disimpulkan apakah seseorang tergolong anak berkebutuhan khusus atau bukan.
Identifikasi adalah usaha untuk mengenali atau menemukan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan ciri-ciri yang ada. Identifikasi yang dilakukan untuk menemukenali keberadaan anak berkebutuhan khusus di SD berorientasi pada ciri-ciri atau karakteristik yang ada pada seorang anak yang mencakup hal-hal sebagai berikut.
7.pendekatan
pembelajaran adaptif
Jawab:
pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan prilaku peserta
didik secara adaptif atau generatif.Adapun model dan langkh-langkah yang di
gunakan ialah sebagai berikut:
1.Examples Non Examples
langkah-langkah yang di gunaka
sebagai berikut:
a.Guru mempersiapkan gambar-gambar
sesuai dengan tujuan pembelajaran
b.Guru menempelkan gambar di papan
tulis di tayangkanmelalui OHP atau in fokus.
c.Guru memutarkan film yang
berkaitan dengan materi dan tujuan pelajaran
d.Guru meberi petunjuk dan memberi
kesempatan kepada peserta didikuntuk memperhatikan mangalisa dan menghayati
gambar atua film yang di tayangkan.
2.Artikulasi
Langkah-langkah yang dapat di
lakukan dalam model pembelajaran ini sebagia berikut:
a.Guru menyampaaikan tujuan
pembelajaran.
b.Guru menyajikan materi yang akan
di sampaikan
c.untuk mengetahui daya serap peserta
didik,di bentuk sebuah kelompok berpasang-pasangan.
d.Guru mrngulangi dan menjelaskn
kembali materi yang belum di pahami peserta didik
Jika ingin meteri atau pelajaran di
gemari dan menjadi pelajaran yang faforit bagi peserta didik guru harus mempunyai
gaya mengajar,karena gaya mengajar merupakan proses menyampaikan transisi dan
trasformasi sistem nilai kepada peserta didik.
8.Gaya
mengajar
Jawab:
Adapun gaya mengajar yang di gunakan sebagai berikut:
mengajar teknologis
1. .Materi pembelajaran disesuaikan
dengan tingkat perkembangn peserta didik
2. b.penggunaan multi media merupakan
aspek sangat pentingdalam proses pembelajaranpe serta didik
3. Guru berperan sebagai fasilitator
dalam pembelajaran peserta didik.
4. Motifasi
5. Guru hendaknya memberikan sebuah motivasi
pada peserta didik agar lebih semangat dalam mengikuti pelajaran, motivasi
ialah merupakan kekuatan ( power motivesion ),daya pendorong (drifimg force)
atau pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk
belajar secara aktif,kreatif,efektif,inofatif danivasi mengenangkanbahan dalam
rangka perubahan prilaku,baik dalam aspek kognitif,efektif maupun psikomotor.
Adapun fungsi dari motivasi ialah
sebagia berikut:
1.motivasi
merupakan alat pendorong terjadinya prilaku belajar [eserta didik
2.motivasi
merupakan alat untuk memengaruh prestasi belajar peserta didik.
3.motivasi
merupakan alat untuk membangun sisitem pembelajaran lebih bermakna
Subscribe to:
Posts (Atom)