Friday, 23 November 2012


NAMA                         : MOH.SUYANTO
SEMESTER                 : 5b
NO ABSEN                 : 27
MATA KULIAH          : ADAPTIF

1.Makna pendidikan penjaskes
Jawab:
Secara mendasar pendidikan jasmani adaptif adalah sama dengan pendidikan jasmani biasa. Pendidikan jasmani merupakan salah satu aspek dari seluruh proses pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan jasmani adaptif merupakan suatu sistem penyampaian layanan yang bersifat menyeluruh (comprehensif) dan dirancang untuk mengetahui, menemukan dan memecahkan masalah dalam ranah psikomotor. Hampir semua jenis ketunaan Anak Luar Biasa memiliki masalah dalam ranah psikomotor. Masalah psikomotor sebagai akibat dari keterbatasan kemampuan sensomotorik, keterbatasan dalam kemampuan belajar. Sebagian Anak Luar Biasa bermasalah dalam interaksi sosial dan tingkah laku. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa peranan pendidikan jasmani bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sangat besar dan akan mampu mengembangkan mengkoreksi kelainan dan keterbatasan tersebut.
2.Sejarah singkat  pendidikan adaptif penjaskes
Jawaban:
SEJARAH PENDIDIKAN BERKEBUTUHAN KHUSUS

Pendidikan     khusus    tumbuh    dari  suatu   kesadaran    awal   bahwa    beberapa    anak
membutuhkan sejenis pendidikan yang berbeda dari pendidikan yang tipikal atau
biasa    agar  dapat   mencapai     potensi   mereka.    Akar    dari  kesadaran    ini  dapat
ditelusuri di Eropa pada tahun 1700-an ketika para pionir tertentu mulai membuat
upaya-upaya terpisah untuk mendidik anak-anak penyandang cacat.
         Salah seorang pionir tersebut bernama Jean-Marc-Gaspard   Itard, seorang
dokter berkebangsaan Perancis dianggap sebagai bapak pendidikan berkebutuhan
khusus. Karya   Itard   yang paling penting adalah   usahanya untuk menolong   yang
biasa disebut anak laki-laki liar dari Aveyron, yang ditemukan di hutan Perancis
pada   tahun   1799   dan   kemudian   diberi   nama   Victor.   Ia   kemungkinan   menderita
cacat/keterbelakangan mental dan terkucil dari lingkungan. Itard mengajari Victor
semua hal yang dipelajari anak-anak normal dari keluarga mereka dan di sekolah.
Victor belajar berbicara beberapa patah kata, berdiri tegak, makan dengan piring
dan   peralatan   makan   lainnya,   dan   berinteraksi   dengan   orang-orang   lain   melalui
teknik yang dtelah dirancang dengan hati-hati. Itard merekam rincian teknik yang
digunakan      serta  filosofi  yang   relevan   dengan    kemajuan     Victor.   Banyak    dari
teknik-teknik tersebut masih digunakan hingga hari ini.

3.Olahraganya pendidikan adaptif    
JAWAB:       
bagi siswa yang memakai kursi roda satu tim dengan yang normal dalam bermain basket, ia akan dapat berpartisipasi dengan sukses dalam kegiata tersebut bila aturan yang dikenakan kepada siswa yang berkursi roda dimodifikasi. Demikian dengan olahraga lainnya. Oleh karena itu pendidikan jasmani adaptif akan dapat membantu dan menolong siswa memahami keterbatasan kemampuan jasmani dan mentalnya.
4.Siswa penyadang cacat atau berkebutuhan pendidikan khusus
Jawab:
Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.
5.Peran guru dalam pendidikan adaptif    
Jawab:
Peran Guru Pendidikan Jasmani Adaptif khusus untuk masing-masing
kelainan
Penggunaan pendekatan non-kategori sangat penting bagi guru pendidikan jasmani.Umpamanya, pada masa lalu guru diminta mengajar kelas pendidikan jasmani yang semua terdiri dari anak-anak yang terbelakang mentalnya. Tetapi kategori atau penanaman kelomp[ok itu sebagai satu keseluruhan sedikit sekali kaitannya dengan kebutuhan , kemampuan dan minat tiap anak dalam kelas . Sekarang dengan kecenderungan pada non kategori ank dapat dimasukkan ke dalam kelas berdasarkan pada kemampuan fungsional yang relevan dengan tujuan kelas. Umpamanya, guru telah diberi informasi bahwa anak-anak dalm kelas itu kaku dala gerak dan dalam keterampilan gerak terbelakang, bila dibandingkan dengan teman sebayanyayang normal. Kelas itu dapat terdiri dari anak yang prestasinya dibawah normal, normal dan di atas normal.Tambahan lagi , beberapa anak tidak cocok betul dalam satu kategori, mereka berkelainan ganda. Seorang anak dapat menderita ayan dan dia secara mental jua terbelakang . Seorang guru dapat mempunyai anak-anak dengan berkelaian ganda dalam satu kelas. Persiapan professional menurut kategori tidak akan dapat mempersiapkan seorang guru pun secara optimal untuk mengajar semua tipe peserta didik. Khusunya dalam pendidikan jasmani , banyak aktivitas dan metode yang digunakan untuk anak-anak yang berkondisi kelaina gabungan karena mereka lebih menyerupai atau sama denagn teman sebaya yang normal daripada mereka berbeda dari teman sebayanya.
6.Siswa yang berkebutuhan khusus atau yang unik
Jawab:
            Anak berkebutuhan khusus perlu dikenal dan diidentifikasikan dari kelompok anak pada umumnya, oleh karena mereka memerlukan pelayanan yang bersifat khusus. Pelayanan tersebut bertujuan untuk membantu anak berkebutuhan khusus mengurangi keterbatasannya dalam hidup bermasyarakat. Dalam rangka mengidentifikasi (menemukan) anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis dan tingkat kelainan organis maupun fungsional anak melalui gejala-gejala yang dapat diamati sehari-hari. Sehubungan dengan hal itu, maka disiapkan alat identifikasi anak berkebutuhan khusus berbentuk kelimat pertanyaan tentang gejala-gejala yang nampak pada anak dalam kesehariannya. Dengan alat identifikasi ini, secara sederhana dapat disimpulkan apakah seseorang tergolong anak berkebutuhan khusus atau bukan.
Identifikasi adalah usaha untuk mengenali atau menemukan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan ciri-ciri yang ada. Identifikasi yang dilakukan untuk menemukenali keberadaan anak berkebutuhan khusus di SD berorientasi pada ciri-ciri atau karakteristik yang ada pada seorang anak yang mencakup hal-hal sebagai berikut.
7.pendekatan pembelajaran adaptif
Jawab:
pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan prilaku peserta didik secara adaptif atau generatif.Adapun model dan langkh-langkah yang di gunakan ialah sebagai berikut:
1.Examples Non Examples
langkah-langkah yang di gunaka sebagai berikut:
a.Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
b.Guru menempelkan gambar di papan tulis di tayangkanmelalui OHP atau in fokus.
c.Guru memutarkan film yang berkaitan dengan materi dan tujuan pelajaran
d.Guru meberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada peserta didikuntuk memperhatikan mangalisa dan menghayati gambar atua film yang di tayangkan.

2.Artikulasi
Langkah-langkah yang dapat di lakukan dalam model pembelajaran ini sebagia berikut:
a.Guru menyampaaikan tujuan pembelajaran.
b.Guru menyajikan materi yang akan di sampaikan
c.untuk mengetahui daya serap peserta didik,di bentuk sebuah kelompok berpasang-pasangan.
d.Guru mrngulangi dan menjelaskn kembali materi yang belum di pahami peserta didik

Jika ingin meteri atau pelajaran di gemari dan menjadi pelajaran yang faforit bagi peserta didik guru harus mempunyai gaya mengajar,karena gaya mengajar merupakan proses menyampaikan transisi dan trasformasi sistem nilai kepada peserta didik.

8.Gaya mengajar
Jawab:
Adapun gaya mengajar yang di gunakan sebagai berikut:
 mengajar teknologis
1.      .Materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangn peserta didik
2.      b.penggunaan multi media merupakan aspek sangat pentingdalam proses pembelajaranpe serta didik
3.      Guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran peserta didik.
4.      Motifasi
5.      Guru hendaknya memberikan sebuah motivasi pada peserta didik agar lebih semangat dalam mengikuti pelajaran, motivasi ialah merupakan kekuatan ( power motivesion ),daya pendorong (drifimg force) atau pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif,kreatif,efektif,inofatif danivasi mengenangkanbahan dalam rangka perubahan prilaku,baik dalam aspek kognitif,efektif maupun psikomotor.
Adapun fungsi dari motivasi ialah sebagia berikut:
1.motivasi merupakan alat pendorong terjadinya prilaku belajar [eserta didik
2.motivasi merupakan alat untuk memengaruh prestasi belajar peserta didik.
3.motivasi merupakan alat untuk membangun sisitem pembelajaran lebih bermakna

contoh soal ADAPTIF


NAMA                         : MOH.SUYANTO
SEMESTER                 : 5b
NO ABSEN                 : 27
MATA KULIAH          : ADAPTIF

1.Makna pendidikan penjaskes
Jawab:
Secara mendasar pendidikan jasmani adaptif adalah sama dengan pendidikan jasmani biasa. Pendidikan jasmani merupakan salah satu aspek dari seluruh proses pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan jasmani adaptif merupakan suatu sistem penyampaian layanan yang bersifat menyeluruh (comprehensif) dan dirancang untuk mengetahui, menemukan dan memecahkan masalah dalam ranah psikomotor. Hampir semua jenis ketunaan Anak Luar Biasa memiliki masalah dalam ranah psikomotor. Masalah psikomotor sebagai akibat dari keterbatasan kemampuan sensomotorik, keterbatasan dalam kemampuan belajar. Sebagian Anak Luar Biasa bermasalah dalam interaksi sosial dan tingkah laku. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa peranan pendidikan jasmani bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sangat besar dan akan mampu mengembangkan mengkoreksi kelainan dan keterbatasan tersebut.
2.Sejarah singkat  pendidikan adaptif penjaskes
Jawaban:
SEJARAH PENDIDIKAN BERKEBUTUHAN KHUSUS

Pendidikan     khusus    tumbuh    dari  suatu   kesadaran    awal   bahwa    beberapa    anak
membutuhkan sejenis pendidikan yang berbeda dari pendidikan yang tipikal atau
biasa    agar  dapat   mencapai     potensi   mereka.    Akar    dari  kesadaran    ini  dapat
ditelusuri di Eropa pada tahun 1700-an ketika para pionir tertentu mulai membuat
upaya-upaya terpisah untuk mendidik anak-anak penyandang cacat.
         Salah seorang pionir tersebut bernama Jean-Marc-Gaspard   Itard, seorang
dokter berkebangsaan Perancis dianggap sebagai bapak pendidikan berkebutuhan
khusus. Karya   Itard   yang paling penting adalah   usahanya untuk menolong   yang
biasa disebut anak laki-laki liar dari Aveyron, yang ditemukan di hutan Perancis
pada   tahun   1799   dan   kemudian   diberi   nama   Victor.   Ia   kemungkinan   menderita
cacat/keterbelakangan mental dan terkucil dari lingkungan. Itard mengajari Victor
semua hal yang dipelajari anak-anak normal dari keluarga mereka dan di sekolah.
Victor belajar berbicara beberapa patah kata, berdiri tegak, makan dengan piring
dan   peralatan   makan   lainnya,   dan   berinteraksi   dengan   orang-orang   lain   melalui
teknik yang dtelah dirancang dengan hati-hati. Itard merekam rincian teknik yang
digunakan      serta  filosofi  yang   relevan   dengan    kemajuan     Victor.   Banyak    dari
teknik-teknik tersebut masih digunakan hingga hari ini.

3.Olahraganya pendidikan adaptif    
JAWAB:       
bagi siswa yang memakai kursi roda satu tim dengan yang normal dalam bermain basket, ia akan dapat berpartisipasi dengan sukses dalam kegiata tersebut bila aturan yang dikenakan kepada siswa yang berkursi roda dimodifikasi. Demikian dengan olahraga lainnya. Oleh karena itu pendidikan jasmani adaptif akan dapat membantu dan menolong siswa memahami keterbatasan kemampuan jasmani dan mentalnya.
4.Siswa penyadang cacat atau berkebutuhan pendidikan khusus
Jawab:
Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.
5.Peran guru dalam pendidikan adaptif    
Jawab:
Peran Guru Pendidikan Jasmani Adaptif khusus untuk masing-masing
kelainan
Penggunaan pendekatan non-kategori sangat penting bagi guru pendidikan jasmani.Umpamanya, pada masa lalu guru diminta mengajar kelas pendidikan jasmani yang semua terdiri dari anak-anak yang terbelakang mentalnya. Tetapi kategori atau penanaman kelomp[ok itu sebagai satu keseluruhan sedikit sekali kaitannya dengan kebutuhan , kemampuan dan minat tiap anak dalam kelas . Sekarang dengan kecenderungan pada non kategori ank dapat dimasukkan ke dalam kelas berdasarkan pada kemampuan fungsional yang relevan dengan tujuan kelas. Umpamanya, guru telah diberi informasi bahwa anak-anak dalm kelas itu kaku dala gerak dan dalam keterampilan gerak terbelakang, bila dibandingkan dengan teman sebayanyayang normal. Kelas itu dapat terdiri dari anak yang prestasinya dibawah normal, normal dan di atas normal.Tambahan lagi , beberapa anak tidak cocok betul dalam satu kategori, mereka berkelainan ganda. Seorang anak dapat menderita ayan dan dia secara mental jua terbelakang . Seorang guru dapat mempunyai anak-anak dengan berkelaian ganda dalam satu kelas. Persiapan professional menurut kategori tidak akan dapat mempersiapkan seorang guru pun secara optimal untuk mengajar semua tipe peserta didik. Khusunya dalam pendidikan jasmani , banyak aktivitas dan metode yang digunakan untuk anak-anak yang berkondisi kelaina gabungan karena mereka lebih menyerupai atau sama denagn teman sebaya yang normal daripada mereka berbeda dari teman sebayanya.
6.Siswa yang berkebutuhan khusus atau yang unik
Jawab:
            Anak berkebutuhan khusus perlu dikenal dan diidentifikasikan dari kelompok anak pada umumnya, oleh karena mereka memerlukan pelayanan yang bersifat khusus. Pelayanan tersebut bertujuan untuk membantu anak berkebutuhan khusus mengurangi keterbatasannya dalam hidup bermasyarakat. Dalam rangka mengidentifikasi (menemukan) anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis dan tingkat kelainan organis maupun fungsional anak melalui gejala-gejala yang dapat diamati sehari-hari. Sehubungan dengan hal itu, maka disiapkan alat identifikasi anak berkebutuhan khusus berbentuk kelimat pertanyaan tentang gejala-gejala yang nampak pada anak dalam kesehariannya. Dengan alat identifikasi ini, secara sederhana dapat disimpulkan apakah seseorang tergolong anak berkebutuhan khusus atau bukan.
Identifikasi adalah usaha untuk mengenali atau menemukan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan ciri-ciri yang ada. Identifikasi yang dilakukan untuk menemukenali keberadaan anak berkebutuhan khusus di SD berorientasi pada ciri-ciri atau karakteristik yang ada pada seorang anak yang mencakup hal-hal sebagai berikut.
7.pendekatan pembelajaran adaptif
Jawab:
pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan prilaku peserta didik secara adaptif atau generatif.Adapun model dan langkh-langkah yang di gunakan ialah sebagai berikut:
1.Examples Non Examples
langkah-langkah yang di gunaka sebagai berikut:
a.Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
b.Guru menempelkan gambar di papan tulis di tayangkanmelalui OHP atau in fokus.
c.Guru memutarkan film yang berkaitan dengan materi dan tujuan pelajaran
d.Guru meberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada peserta didikuntuk memperhatikan mangalisa dan menghayati gambar atua film yang di tayangkan.

2.Artikulasi
Langkah-langkah yang dapat di lakukan dalam model pembelajaran ini sebagia berikut:
a.Guru menyampaaikan tujuan pembelajaran.
b.Guru menyajikan materi yang akan di sampaikan
c.untuk mengetahui daya serap peserta didik,di bentuk sebuah kelompok berpasang-pasangan.
d.Guru mrngulangi dan menjelaskn kembali materi yang belum di pahami peserta didik

Jika ingin meteri atau pelajaran di gemari dan menjadi pelajaran yang faforit bagi peserta didik guru harus mempunyai gaya mengajar,karena gaya mengajar merupakan proses menyampaikan transisi dan trasformasi sistem nilai kepada peserta didik.

8.Gaya mengajar
Jawab:
Adapun gaya mengajar yang di gunakan sebagai berikut:
 mengajar teknologis
1.      .Materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangn peserta didik
2.      b.penggunaan multi media merupakan aspek sangat pentingdalam proses pembelajaranpe serta didik
3.      Guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran peserta didik.
4.      Motifasi
5.      Guru hendaknya memberikan sebuah motivasi pada peserta didik agar lebih semangat dalam mengikuti pelajaran, motivasi ialah merupakan kekuatan ( power motivesion ),daya pendorong (drifimg force) atau pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif,kreatif,efektif,inofatif danivasi mengenangkanbahan dalam rangka perubahan prilaku,baik dalam aspek kognitif,efektif maupun psikomotor.
Adapun fungsi dari motivasi ialah sebagia berikut:
1.motivasi merupakan alat pendorong terjadinya prilaku belajar [eserta didik
2.motivasi merupakan alat untuk memengaruh prestasi belajar peserta didik.
3.motivasi merupakan alat untuk membangun sisitem pembelajaran lebih bermakna