Tuesday, 29 December 2015

NASKAH SOAL PENJASKES



PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN
DINAS PENDIDIKAN
PANITIA UJIAN SMPI MIFTAHUL JANNAH
 
NASKAH SOAL
UJIAN SEKOLAH SMP TAHUN PELAJARAN 2013/2014

MATAPELAJARAN          : PENJASKES                WAKTU                          : 10.30-12.30
KELAS/SEMESTER           : IX/2                             HARI/TANGGAL           : Sabtu/ 29 maret 2014

1.Dalam sejarah sepakbola tsu chu merupakan permainan  yang menjadi cikalbakal permainan sepakbola.  Dari Negara manakah permainan  tsu chu berasal?
a. Jepang                               c. Korea
b. Cina                                   d. Cina taipe
2.F A merupakan organisasi sepak bola yang paling tua didunia, dan merupakan induk organisasi  sepakbola dari Negara……
a.Inggris                               c. prancis
b. Jerman                               d. argentina
3.  Induk organisasi sepakbola di Indonesia adalah……
a.  PBVSI                              c. PBSI
b.  PSSI                                  d. PERBASI
4.Dalam permainan sepakbola ada beberapa macam teknik dasar permaian diantaranya disebutkan dibawah ini, kecuali……
a. Passing                              c. service
b. Dribbling                           d. shooting
5.Dalam permainan sepakbola dalam pertandingan resmi pergantian pemain dilakukan maksimal sebanyak….. oleh suatu regu
a. 3 kali                                 c. 4 kali
b. 2 kali                                 d. 5 kali
6 Negara yang pertamakali membuat peraturan sepakbola adalah……..
a.Italia                                     c. Inggris
b. Jerman                                 d. Brasil
7. Tujuan utama dalam suatu pertandingan sepakbola adalah……..
a. Bermain sebaik-baiknya    c. menyehatkan badan
b. Mencetak gol                    d. bermain kompak
8. Dibawah ini adalah bagian kaki yang digunakan untuk menendang bola, kecuali…..
a. Kura-kura kaki                  c. kaki bagian dalam
b. Kaki bagian luar                d. mata kaki
9. Teknik menggiring bola disebut juga……
a.juggling                                c. dribbling
b. heading                               d. passing
10.  Posisi  pemain tengah disebut juga sebagai……
a. Gelandang                         c. stopper
b. Striker                               d. top skorerSiapakah penemu permainan bolavoli…..
11.  Induk organisasi bolavoli Indonesia adalah…….
a. PBSI                                 c. PERBASI
b. PASI                                 d. PBVSI
12.  Untuk memulai permainan Bolavoli menggunakan teknik dasar….
a. Servis                                c. passing
b. Smash                                d. bloking
13.  Posisi siku yang benar ketika melakukan teknik passing bawah Bolavoli adalah….
a. Ditekuk                             c. diluruskan
b. Disilangkan                       d. dibuka selebarnya
14.  Perkenaan bola yang benar ketika melakukan teknik passing atas bolavoli adalah….
a.   Pada telapak tangan                                  c. pada ujung – ujung kuku
b.Pada ujung – ujung ruas jari tangan          d.pada pada pergelangan tangan
15.  Pemain yang serba bisa dalam  istilah bolavoli disebut dengan….
a.  Spiker                                c. lobero
b.  Kapten                              d universaler
16.  Untuk membendung serangan lawan digunakan teknik dasar permainan…..
a.  Servis                                c. bloking
b. Smash                                d. passing
17.  Sikap kedua lengan yang benar ketika melakukan gerakan blocking dalam permainan bolavoli adalah…….
a. Diluruskan keatas              c. ditekuk keatas
b. Disilang keatas                  d. diretangkan keatas
18.  Gerakan kedua kaki yang benar saat mendarat setelah melakukan teknik dasar smash bolavoli adalah…..
a. Memutar                            c. menekuk
b. Mengeper                          d. meregang
19. Dalam permainan bolavoli modern, apabila seorang pemain melakukan kesalahan dalam bermain maka regu lawan akan mendapatkan poin. Hal itu disebut sistim penghitungan….
a.  Deuce                                c. rally point
b. Game point                       d. match point
20.  Pemain yang bertugas melakukan penyerang dalam permainan bolavoli disebut juga….
a.  Spiker                               c. libero
b.  Kapten                             d. beck



II. Essay

1.      Jelaskan pengertian off side dalam permainan sepakbola !
2.      Sebutkan kepanjangan dari FIFA
3.      Jelaskan pengertian deuce dalam permainan bolavoli
4.      Bagaimana cara melakukan smash dalam permainan bolavoli?
5.      Bagaimana cara melakukan blocking dalam permainan bolavoli?

MAKALAH REVOLUSI ILMIAH



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sejarah, jika dipandang lebih sebagai khasanah daripada sebagai kronologi, dapat menghasilkan transformasi yang menentukan dalam citra sains yang merasuki kita sekarang. Citra itu telah dibuat sebelumnya , bahkan oleh para ilmuwan sendiri, terutama dari studi tentang pencapaian ilmiah yang tuntas seperti yang direkam dalam karya-karya klasik dan, yang lebih baru, dalam buku-buku teks yang dipelajari oleh setiap generasi ilmuwan yang baru untuk mempraktekkan kejujurannya.
Namun, dari sejarah pun konsep yang baru itu tidak akan datang jika data-data historis masih terus dicari dan diteliti dengan cermat terutama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan oleh stereotip yang tidak historis dan diambil dari buku-buku teks sains. Jika sains itu kontelasi fakta, teori dan metode yang dihimpun dalam buku-buku tesk yang ada sekarang, maka para ilmuwan adalah orang-orang yang berhasil atau tidak, berusaha untuk menyumbangkan suatu unsur kedalam konstelasi tertentu itu. Perkembang sains menjadi suatu proses timbunan yang semakin membesar yang membentuk tekhnik dan pengetahuan sains.

Tetapi dalam tahun-tahun belakangan ini beberapa sejarahwan sains berpendapat bahwa memenuhi fungsi yang diberikan kepada mereka oleh konsep perkembangan dengan akumulasi itu semakin bertambah sulit. Sebagai pencatat rangkain proses pertambahan mereka menemukan bahwa riset tambahan itu menyebabkan lebih sukar, bukan lebih mudah, untuk menjawab pertanyaan seperti: kapan oksigen ditemukan ? siapa yang pertama kali menemukan konsep tentang penghematan energi?

B.     Rumusan masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan dekontruksi atas sebuah paradigma mahasiswa Islam dalam pendidikan?
2.    Apa yang dimaksud dengan dekadensi moral mahasiswa Islam, Akibat dari pemahaman agama yang simplistik dan legalistik?
3.    Bagaimana fenomena fundamentalisme ( Islamisis ketinbang Indonesianis )!


C.     Tujuan
1.    Dapat mendeskripsikan tentang dekontruksi atas sebuah paradigma mahasiswa Islam dalam pendidikan.
2.    Dapat mendeskripsikan tentang dekadensi moral mahasiswa Islam, Akibat dari pemahaman agama yang simplistik dan legalistik.
3.    Dapat mendeskripsikan tentang fenomena fundamentalisme ( Islamisis ketinbang Indonesianis )

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Dekontruksi Atas Sebuah Paradigma Mahasiswa Islam Dalam Pendidikan
Paradigma merupakan sesuatu yang vital bagi pergerakan organisasi, karena paradigma merupakan titik pijak dalam membangun konstruksi pemikiran dan cara memandang sebuah persoalan yang akan termanifestasikan dalm sikap dan dan prilaku organisasi. Disamping itu, dengan paradigma ini pula sebuah organisasi akan menetukan dan memilih nilai-nilai yang universal dan abstrak menjadi khusus dan praksis operasional yang akhirnya menjadi karakteristik sebuah organisasi dan gaya berpikir seseorang.
Akhir-akhir ini dalam konteks dunia kemahasiswaan, kita senantiasa diperhadapkan pada berbagai bentuk kondisi paradoks dan absurd, misalnya penyakit pragmatisme yang menggerogoti tubuh gerakan mahasiswa terkhusus mereka para fungsionaris lembaga kemahasiswaan. Ptologi tersebut ketika dibiarkan berlangsung terus menerus tanpa ada upaya alternatif atau langkah soluktif untuk mensterilkannya maka yakin dan percaya hal tersebut akan berdampak sistemik pada resistensi peradaban generasi intelektual atau cendekiawan bangsa ini kedepannya terkhusus gerakan mahasiswa. Sehingga tidak mengherankan ketika besok atau lusa kita menyaksikan fenomena kehidupan mahasiswa yang cenderung menjadikan budaya pragmatisme, hedonis, elitis dan instan sebagai kiblat dan aras-nya.
Roh idealisme, independensi dan ideologi gerakan mahasiswa kini lenyap sedikit demi sedikit ditelan lapuk dan usangnya usia mereka. Menurut penulis hal ini lahir tidak dari ruang kosong tetapi lahir dari berbagai causa yang kemudian ber-akumulasi lalu menjadi pemicu terpeliharanya dan terciptanya kondisi tersebut. Sebutlah misal-nya tidak ada-nya tradisi baca, kaji, tulis dalam setiap person mahasiswa.
Sehingga tidak aneh ketika lahir problematika atau patologi lanjutan seperti misalnya mahasiswa lambat  atau tidak lagi terlibat secara aktif dalam merespon isu-isu kerakyatan padahal jelas mahasiswa lahir dan tumbuh sebagai bagian integral dari rakyat itu sendiri “miskin kepekaaan sosial”, kemudian dalam ranah pengkaderan dan gerakan kita bisa melihat bahwa mahasiswa kini semakin terkotak-kotakan atau ter-polarisasi (terfragmentasi-baik itu antar intern dengan intern, ekstern dengan ekstern, maupun intern dengan ekstern), tidak dapat memilah personal problem atau permasalahan pribadi dan social problem atau permasalahan sosial (Miskin analisis), hilangnya solidaritas antar mahasiswa (fanatisme sektoral), lebih parahnya mahasiswa sekarang hanya menjadi gerombolan-gerombolan saja di kantin-kantin, mall-mall, café, tempat karaokean atau berlomba-lomba memanfaatkan kondisi untuk mendapatkan keuntungan dari-nya, sehingga lahirlah sebuah adagium misalnya “agen proposal”, atau “Pengemis Intelektual” dan lain sebagainya yang cenderung menunjukkan kemunduran dalam berbagai segi.

Hal ini sungguh sangat jauh berbeda dengan historitas dialektika perjalanan mahasiswa sebelum-sebelumnya yang kita kenal sebagai pengawal reformasi dan revolusi peradaban yang sehari-harinya bersahabat dan banyak bercengkrama dengan buku,diskusi, belajar, dan berjuang, kemudian berjalan bersama dengan satu visi dan wacana yang sama.
Dibanyak literatur dan bacaan kita bisa menemukan berbagai fakta bahwa gerakan mahasiswa merupakan salah satu tonggak sejarah kebangkitan kaum muda, kaum terpelajar (Mahasiswa) untuk mengikrarkan diri bahwa indenesia harus merdeka dan berdaulat. Walaupun dalam perjalanan-nya ada beberapa fase harmoni dan kontradiksi hadir menyertai-nya. Yang kira-nya hal tersebut hadir tentu dari keresahan para kaum muda, khusus-nya mahasiswa pada zamannya yang kemudian ber-akumulasi menjadi sebuah semangat perjuangan dan perlawanan untuk membangun jiwa dan raga bangsa tercinta, Indonesia.
Tentu dalam perjalanannya mereka harus berhadapan dengan berbagai problematika akut, misalnya dialektika-pragmatis yang hingga kini menjadi factor yang juga memberikan sumbangan “manja dan cengeng” bagi resistensi gerakan mahasiswa. Hal ini banyak kita temukan dalam jiwa mayoritas mahasiswa ke-kini-an, dimana sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka hanya berpandangan bahwa republik ini hanyalah sekedar rumah untuk berlindung dari panasnya gejolak ketidakpastian social serta terjangan badai konflik horisontal dan vertikal. Yang bagi penulis, mahasiswa yang bermental cengeng dan berpandangan pragmatis tersebut hanyalah sampah peradaban.
B.     Dekadensi Moral Mahasiswa Islam, Akibat Dari Pemahaman Agama Yang Simplistik Dan Legalistik
Disisi lain runtuhnya bangunan budaya akademis dikalangan mahasiswa yang perlahan mengalami degradasi, dekadensi, dan dekonstruksi yang luar biasa ikut memberikan sumbangsih besar dalam kemunduran gerakan sosial kemahasiswaan. Hal ini dapat kita temukan dengan mudah, tidak berlebihan mungkin ketika penulis mengatakan bahwa hari ini tak ada lagi budaya membaca, diskusi dan menulis di kalangan civitas akademika (mahasiswa maupun dosen). kampus seolah hanyalah pelarian untuk  tidak dikatakan sebagai pengangguran. Hingga saat ini sejauh pengamatan yang  penulis lakukan kurang dari lima persen mahasiswa yang dalam sehari menyempatkan diri untuk berkunjung keperpustakaan ataupun ke toko buku. Banyak dari mereka lebih memilih nongkrong di kantin atau mencari kesibukan lain di dalam maupun luar kampus yang tidak ada kaitanya dengan pembangunan kualitas kemanusiaan. Hal tersebut merupakan realitas objektif yang harus kita akui bersama.
            Fenomena tersebut seolah memberi kesan bahwasanya paradigma perjuangan mahasiswa kita terhenti hanya sampai pada bung karno memproklamasikan kemerdekaan saja. jika mahasiswa tidak lagi memikirkan bangsanya sendiri maka harapan penggagas kemerdekaan the founding people tentang bangsa yang adil dan makmur perlu di bincang kembali. Pola pikir pragmatis dan hedonis tak dapat kita bendung, tidak saja bagi para politisi yang mementingkan  kepentingan kelompok dan golongan namun kalangan mahasiswa pun mulai terjangkit virus berbahaya tersebut. Tak heran ketika bentrokan pelajar dan mahasiswa telah menjadi life style bangsa kita. Dunia pendidikan seolah di penuhi oleh para preman yang tega saling pukul dan bunuh tak kenal belas kasihan, Makassar yang bisa kita sebut sebagai kota rantau dan kiblat pendidikan dikawasan timur indonesia dari tahun ketahun senantiasa  dihantui oleh fenomena bentrokan mahasiswa, atau Kampus yang sejati-nya merupakan jantung atau pusat peradaban yang ideal sebagai miniatur semesta justru menampakkan citra yang absurd, paradoks dalam tindakan-nya. Kemudian diperparah lagi dengan ada-nya wacana “Jual Gerakan” atau “Mafia Gerakan”yang dilakukan oleh beberapa oknum, tentu hal ini sangat merugikan resistensi gerakan mahasiswa itu sendiri. Hal lain tentu ini semakin menegaskan bahwasanya pragmatisme adalah sebuah kelaziman dalam horizon gerakan mahasiswa. Itu artinya masih banyak yang menjadi pekerjaan rumah yang jauh dari kata selesai hingga hari ini. Belum lagi tentang problem yang lebih makro seperti Tawar menawar hukum, Mafia politik, mafia peradilan, mafia tanah, mafia pajak, pembodohan dan pemiskinan sistemik struktural, korupsi diperguruan tinggi, kekerasan akademik, kekerasan ormas hingga problematika sistem  pendidikan kita yang juga masih belum final sampai hari ini,  merupakan pekerjaan bersama yang secepatnya perlu segera kita rampungkan bersama.
Permisifisme (paham serba boleh) merupakan pangkal dari kerusakan moral dan akhlaq ummat manusia saat ini, sehingga perlu diwaspadai dan ditangkal. Kehidupan yang individualistik dan bebas tanpa batas, sehingga menabrak aturan-aturan Islam serta tidak lagi memperhatikan halal dan haram telah menimbulkan akumulasi kerusakan yang belum pernah dialami sepanjang sejarah ummat manusia. Berbagai masalah psikososial bermunculan seperti depresi, stress, drop-out, terlibat pemakaian obat terlarang dan minuman keras, kehamilan pra-nikah, kekejaman fisik, tidak betah di rumah, tidak ingin diatur dan yang paling memprihatinkan adalah berbagai penyakit seksual seperti siphilis serta HIV/AIDS.
C.    Fenomena Fundamentalisme ( Islamisis Ketinbang Indonesianis )
1.      ASAL USUL & PENGERTIANNYA
·         Istilahfundamentalismemunculpertamakali di kalangan agama Kristen diAmerika. Istilahini padamulanya digunakanuntuk menyebut gerakan dalamagama Kriten Protestanyang menganutajaranortodoksi Kristen yang berdasarataskeyakinan-keyakinan yang mendasar.
·         Kamuskecil Petite Larouse Encyclopedique edisi tahun 1968
§  “Sikap orang-orang yang menolak penyesuaian kepercayaan dengan kondisi-kondisi modern”
·          KBBI, 1990:245
§  “Fundamental” sebagai kata sifat yang memberikan pengertian “bersifat dasar (pokok); mendasar”
§  “Fundament” yang berarti “dasar, asas, alas, pondasi”
Dengan demikian fundamentalisme dapat diartikan dengan paham yang berusaha untuk memperjuangkan atau menerapkan apa yang dianggap mendasar.


2.      LAHIRNYA GERAKAN ISLAM FUNDAMENTALIS
Secara makro, faktor yang melatar belakangi lahirnya gerakan fundamentalis adalah situasi politik baik ditingkat domestik maupun ditingkat internasional. Begitu pula di Indonesia, gerakan muslim fundamentalis lebih banyak dipengaruhi oleh instabilitas sosial-politik.
KARAKTERISTIK ISLAM FUNDAMENTALIS
·         Karakteristik fundamentalisme adalah skriptualisme, yaitu keyakinan harfiyah terhadap kitab suci yang merupakan firman Tuhan yang dianggap tanpa kesalahan.
·         Karakteristik islam fundamentalis (Abdurrahman Kasdi, 2002:21) diantaranya:
§  Mereka cenderung melakukan interpretasi literal terhadap teks-teks suci agama, menolak pemahaman kontekstual atas teks agama, karena pemahaman seperti ini dianggap akan mereduksi kesucian agama.
§  Mereka menolak pluralisme dan relativisme
§  Mereka memonopoli kebenaran atas tafsir agama
§  Setiap gerakan fundamentalisme hampir selalu dapat dihubungkan dengan fanatisme, ekslusifisme, intoleran, radikalisme, militanisme
3.      FUNDAMENTALISME ISLAM DI INDONESIA
·         Di Indonesia terdapat beberapa kelompok yang diasumsikan sebagai kelompok islam fundamentalis diantaranya adalah FPI, HTI, FKAWJ, MMI dan Laskar Jihad (Jamhari, 2004:10)
·         Berdasarkan terminologi Shireen T. Hunter dapat diidentifikasi landasan ideologis yang dijumpai dalam gerakan-gerakan tersebut (Mukhlas,491-493):
§  Konsep Din Wa Daulah (agama dan negara)
§  KembalikepadaAl-Qur’an danSunnah
§  KembalikepadaAl-Qur’an danSunnah
§  Puritanismedan keadilansosial
§  Berpegangteguhpadakedaulatansyariatislam
§  Menempatkanjihad sebagaiinstrumengerakan
§  Perlawanan terhadap Barat yang hagemonik danmenentang keterlibatan mendalamdari pihakBarat untuk urusan dalamnegerinegara- negaraislam
4.      KEKERASAN DALAM PANDANGAN ISLAM
·         Kata islam berasal dari bahasa Arab yang diambil dari kata slima atau aslama yang mengandung arti berserah diri, patuh, taat (Abudin Nata, 2002:62)
·         Menurut Razi Ahmad, kata islam merupakan kata jadian bahasa Arab salama yang berarti menjadi tenteram, menjadi tenang, untuk melaksanakan tugas, menjadi jujur dan betul- betul damai. Dengan demikian, kata ini bermakna kedamaian, keselamatan, keamanan, dan penyelamatan (Razi Ahmd, 1998:52)
·         Dengan pengertian yang demikian, mestinya islam sangat anti kekerasan dalam segala jenisnya, islam sangat tidak menyukai cara- carakekerasan atas nama apapun, termasuk atas nama agama/Tuhan.
·         Di dalam ajaran islam, baik yang bersumber dari Al-Qur’an maupun Hadits, banyak dijumpai doktrin-doktrin yang sangat anti-kekerasan. Misalnya Firman Allah berikut ini:
§  “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, kecuali untuk menjaga rahmat bagi semesta alam”(QS, 21:107)
§  “Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dan sesat”(QS, 2:256)
§  “Kami tetapkan bagi bani Israil bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia kecuali karena orang itu membunuh antara membuat kerusakan di muka bumi maka seolah-olah ia telah membunuh manusia secara keseluruhan. Dan jika seseorang memelihara suatu kehidupan manusia maka seolah-olah ia telah memelihara kehidupan seluruh manusia”(QS, 5:32)
·         Namun demikian, didalam Al-Qur’an juga terdapat ‘pijakan’ yang menjustifikasi orang untuk bisa melakukan kekerasan atau minimal terdapat ayatyang mengandung potensi untuk dipergunakan sebagai landasan melakukan kekerasan. Ayat-ayat tersebut menurut Machasin, antara lain:
§  “Kemudian apabila telah habislah bulanbulan yang dihormati itu maka bunuhlah orang-orang Musyrik itu di mana saja kamu menemuinya, tawanlah mereka, dan kepunglah mereka, serta awasilah mereka di tiap-tiap tempat mengawas. Kemudian jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat serta memberi zakat, maka lepskanlah mereka. SesungguhnyaAllah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”(QS, 9:5)
§  “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul- Nya, dan tidak beragama dengan agama yang benar, yaitu dari orang-orang yang diberi kitab, sampai mereka membayar “jizyah” dengan patuh, sedang mereka dalam kedamaian tunduk”(QS, 9:29)
§  “Wahai orang-orang yang beriman masuklah ke dalam (agama) Islam secara keseluruhan”(QS, 2:208)


5.      SIKAP KAUM FUNDAMENTALIS
SikapPositif:
Sikappositifkaum fundamentalis antara lain: taat, setia, berpegangteguhpada idiologinya, kerjatim, ikatan solidaritas yang cukuptinggi, militan dan rela menerima resikodari sebuah perjuangan.
SikapNegatif:
Sikap negatif kaum fundamental antara lain : rigid, literalis, lebih menekankan simbol-simbol keagamaan dari pada substansinya, yakin bahwa pandangan yang paling benar, yang tidak sejalan dianggap salah, kehidupan mereka terkesan kolot, kuno dan cenderung nyleneh, dancenderungmemaksakan kehendak.
SIKAP TERHADAP KELOMPOK FUNDAMENTALIS
Fanatik terhadap agama memang diperlukan namun fanatik yang terlalu dan tidak mau menerima pandangan lain itu yang salah, karena Islam mengajarkan toleransi. Menurut kami, kita tidak boleh serta merta menolak kaum fundamentalis selama masih dalam koridor yang rasional dan tidak merugikan orang lain. Namun, kita juga jangan terhasut oleh doktrin-doktrin yang mengatasnamankan agama untuk kekerasan.
Seiring dengan perkembangan sosial keagamaan,terdapat fenomena pencarian baru terhadap  bentuk – bentuk ekspresi spiritualitas. Fenomena tersebut dapat dinyatakan sebagai satu tren dari bentuk pelarian disebabkan adanya kekeringan spiritual yang selama ini paling tidak menurut penilaian mereka tidak bisa di jawab oleh modernisme atau oleh agama – agama yang ada.
Terdapat dua pendekatan untuk memahami gejala fundamentalisme, yakni obyektivisme dan subyektivisme. Di indonesia, di samping ada kelompok-kelompok teroris dan garis keras lainnya, juga terdapat fenomena gerakan baru keagamaan, seperti aliran qur’an suci, juga alqiadah alislamiyah pimpinan ahmad moshadeq, yang mangajarkan tentang syahadat baru, nabi baru, tidak mewajibkan sholat, dan ini telah dinilai menyimpang dari ajaran islam,karna itu MUI telah memfatwa haram dan secara resmi telah melarang aliran tersebut. Dan melihat dari klompok – klompok tersebut benar, jika dinyatakan bahwa sesungguhnya klompok islam yang tergolong pada gerakan baru keagamaan itu tidak monolitik. Bahkan dalam dalam klasifikasi gerakan baru keagaanpun, seperti kelompok fundamentalisme, ternyata tidak  monolitik. Ada yang cenderung mengedepankan ekspresi keagamaan secara cultural melalui dakwah, ada yang menggunakan pendekatan structural melalui lembaga negara, namun ada juga yang bergerak diluar lembaga negara, namun menyatakan dirinya sebagai partai politik.
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
            Maka, penulis kemudian berkesimpulan bahwa salah satu proyek prioritas gerakan mahasiswa untuk segera dirampungkan adalah penyemaian kembali tradisi baca, kaji, tulis dan aksi dalam diri setiap mahasiswa dengan menjadikan ideologi, independensi dan idealisme sebagai aras gerakan dan perjuangan-nya sebagai warga institusi peradaban ilmiah juga sebagai wujud dari pengejawantahan nilai, prinsip dan tanggung jawab yang disandangnya sebagai mahasiswa. Tentunya proyek ini ditujukan sebagai kerja bersama seluruh elemen untuk membentuk generasi alternatif yang nantinya di arahkan untuk memegang tampuk kepemimpinan nasional, demi indonesia yang lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA

·         Sumbulah, Umi.2009. ’’Komfigurasi  Fundamentalisme Islam’’. Malang: UIN-Malang.
·         Muhaimin. 2012. ‘’Paradigma pendidikan islam’’. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
·         Minarti, Sri.2013. “Ilmu Pendidikan Islam”. Jakarta: AMZAH.