MAKALAH
“SALURAN DISTRIBUSI”
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen
Pemasaran yang Dbimbing Oleh Dosen Pembimbing : ..................................
Di Susun Oleh:
Nama :.................
Semester : 5b
INSTIKA
GULUK-GULUK SUMENEP
FAKULTAS SYARI’AH
2104
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sejak dahulu hingga sekarang, masih berlangsung
kontroversi luas dan sengit tentang pokok persoalan distribusi pendapatan antar berbagai golongan
rakyat disetiap Negara demokratis di dunia. Hal ini disebabkan kesejahteraan
ekonomi rakyat sangat tergantung pada cara distribusi seluruh pendapatan
nasional. Dikemukakan bahwa teori distribusi hendaknya dapat mengatasi masalah
distribusi pendapatan di antara berbagai kelas rakyat. Teori ekonomi modern
mengenai distribusi merupakan suatu teori yang menetapkan harga jasa produksi.
Teori distribusi factorial, atau fungsional membantu kita untuk menentukan
harga jasa yang diberikan oleh bermacam-macan faktor produksi.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik beberapa
rumusan masalah, yakni:
1.
Apa pengertian
dari Saluran Distribusi?
2.
Merancang
Saluran Distribusi?
3.
Manajemen
Saluran Distribusi?
4.
Dinamika
Saluran Distribusi?
5.
Persain
Saluran Distribusi?
C. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas, dapat diketahui bahwa
tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.
Untuk mengetahui
pengertian dari Saluran distribusi.
2.
Untuk mengetahui
cara Merancang Saluran Distribusi.
3.
Untuk mengetahui
Manajemen Saluran Distribusi.
4.
Untuk mengetahui
Dinamika Saluran Distribusi.
5.
Untuk mengetahui
Persain Saluran Distribusi
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Saluran Dstribusi
Menurut Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi
adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut
dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
Saluran
Distribusi
Menurut
Winardi (1989:299) yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah sebagai
berikut :
“
Saluran distribusi merupakan suatu kelompok perantara yang berhubungan erat
satu sama lain dan yang menyalurkan produk-produk kepada pembeli.“
Sedangkan
menurut Sedangkan Philip Kotler (1997:140) mengemukakan bahwa :
“ Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi
yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang
atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi “.
Saluran distribusi pada dasarnya merupakan perantara
yang menjembatani antara produsen dan konsumen. Perantara tersebut dapat
digolongkan kedalam dua golongan, yaitu ; Pedagang perantara dan Agen
perantara. Perbedaannya terletak pada aspek pemilikan serta proses negoisasi
dalam pemindahan produk yang disalurkan tersebut.
1. Pedagang
Perantara
Pada dasarnya, pedagang perantara (merchant
middleman) ini bertanggung jawab terhadap pemilikan semua barang yang
dipasarkannya atau dengan kata lain pedagang mempunyai hak atas kepemilikan
barang. Ada dua kelompok yang termasuk dalam pedagang perantara, yaitu ;
pedagang besar dan pengecer. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa produsen
juga dapat bertindak sekaligus sebagai pedagang, karena selain membuat barang
juga memperdagangkannya.
2. Agen
Perantara
Agen perantara (Agent middle man) ini tidak
mempunyai hak milik atas semua barang yang mereka tangani.
Distribusi
Fisik
Distribusi fisik merupakan aspek penting kedua dalam
rangka menjadikan suatu produk tersedia bagi konsumen dalam jumlah, waktu, dan
tempat yang tepat.
Dewan Manajemen Distribusi Fisik Nasional Amerika
Serikat mendefinisikan distribusi fisik sebagai berikut : “ Suatu rangkaian
aktivitas yang luas mengenai pemindahan barang jadi secara efisien dari akhir
batas produksi kepara konsumen, serta didalam beberapa hal mencakup pemindahan
bahan mentah dari suatu pembekal keawal batas produksi “.
Sistem
Distribusi
Sistem distribusi bertujuan agar benda-benda hasil
produksi sampai kepada konsumen dengan lancar, tetapi harus memperhatikan
kondisi produsen dan sarana yang tersedia dalam masyarakat, dimana sistem
distribusi yang baik akan sangat mendukung kegiatan produksi dan konsumsi.
Dalam penyaluran hasil produksi dari produsen ke
konsumen, produsen dapat menggunakan beberapa jenis sistem distribusi yang
dapat dikelompokkan:
1.
Distribusi
langsung, dimana produsen menyalurkan hasil produksinya langsung kepada
konsumen.
2.
Distribusi semi
langsung, dimana penyaluran barang hasil produksi dari produsen ke konsumen
melalui badan perantara milik produsen itu sendiri.
Dalam hal ini, islam menjadikan distribusi sebagai
koridor bagi produksi. Adapun gagasan mengenai hubungan ini diantaranya, yaitu:
1.
Sistem ekonomi
Islam memandang hukum-hukum (norma-norma) yang dibawahnya sebagai hukum yang
permanen, tetap, serta valid disetiap zaman dan disegala tempat.
2.
Islam memandang
proses produksi yang dijalankan oleh pekerja sebagai sebuah fase dimana berlaku
hukum umum distribusi. Penggalian mata air, penebangan kayu di hutan,
penambangan mineral, semua itu adalah proses produksi.
3.
Ketika level dan
potensi produksi meningkat, dominasi manusia atas alam pun meningkat. Lalu akan
tiba saatnya dimana manusia dengan kemampuan produksinya mengeksploitasi alam
dengan skala yang lebih besar dan jangkauan yang lebih luas.
B. Rancangan Saluran Distribusi
Keputusan
Rancangan Saluran.
§
Analisis kebutuhan layanan jasa konsumen.
§
Menetapkan tujuan dan kendala saluran.
§
Identifikasi alternatif utama.
1)
Jenis penyalur.
a.
Tenaga penjualan perusahaan,
b.
Agen pabrikan,
c.
Distributor industri.
2)
Banyaknya saluran pemasaran.
Ada 3
strategi yang tersedia:
- Distribusi intensif,
- Distribusi eksklusif,
- Distribusi selektif.
Tanggungjawab anggota saluran
§
Evaluasi alternatif utama.
Mengidentifikasi beberapa alternatif saluran
dan ingin memilih salah satu yang paling
memenuhi tujuan jangka panjang.
§
Merancang
saluran distribusi internasional.
Tiap-tiap sistem saluran dapat berbeda-beda
antara satu negara dengan negara lain oleh
karena itu pemasar harus mengadaptasikan
strategi saluran mereka dengan struktur
yang telah ada di tiap-tiap negara
C.
Manajemen Saluran Distribusi Manajemen
Saluran.
§
Memilih anggota saluran.
Produsen
harus memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan menarik perantara yang
berkualitas tinggi, dan harus bekerja keras untuk memperoleh sejumlah perantara
yang berkualitas.
§
Memotivasi anggota saluran.
Perusahaan
harus menjual tidak hanya melaluio perantara tetapi juga pada konsumen,
perusahaan memandang perantara pemasaran sebagai pelanggan tingkat utama.
Konsep tentang saluran pemasaran disini berorientasi
pada keputusan dimana fungsi-fungsi saluran tidak dapat dilakukan dengan baik
tanpa adanya beberapa strategi. Strategi itu sendiri merupakan suatu rencana
umum atau menyeluruh, sebagai petunjuk untuk mengambil keputusan dalam kegiatan
saluran. Dalam hal ini, strategi mempunyai hubungan yang erat dengan manajemen
secara fisik maupun non fisik daripada saluran. Jadi, menurut C. Glenn Walters,
manajemen saluran dapat didefinisikan sebagai berikut : Manajemen Saluran
adalah pengembangan strategi yang searah didasarkan pada berbagai keputusan
yang berkaitan untuk memindahkan barang-barang secara fisik maupun non fisik
guna mencapai tujuan perusahaan dan berada di dalam kondisi lingkungan
tertentu.
D.
Dinamika
Saluran Distribusi.
Menurut Philip Kotler, pemasaran
merupakan proses sosial dimana individu atau kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran yang
bebas atas produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain. Ringkasnya,
pemasaran adalah memuaskan kebutuhan dan keinginan orang dengan mendapatkan
keuntungan. Jika tidak mendapatkan keuntungan berarti bukan sedang berbisnis.
A. Pondasi itu; Konsep-Konsep Dasar
Disini
kita akan membahas tentang kebutuhan, keinginan, permintaan, produk dan jasa,
nilai dan kepuasan, lingkungan pemasaran, jejaring dan relationship,
persaingan, sampai dengan bauran pemasaran.
1. Kebutuhan (Needs)
2. Keinginan (Wants)
3. Permintaan
4. Produk
5. Nilai Pelanggan (Customer Value)
6. Kepuasan Pelanggan
7. Relationship Marketing
8. Pasar
E.
Persaingan Saluran Distribusi.
Pada
situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan
ditekan oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi,
sosial kultural dan pasar. Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi
perubahan organisasi yang tak kalah peliknya, seperti masalah budaya
perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam situasi seperti ini
konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan, periklanan
atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan
promotion).
Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis
strategi (strategic business concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar
marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara
keseluruhan.
.
BAB
III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang
mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran
pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi
mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari
suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran
diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk
yang akan ditawarkan kepada konsumen.
Perencanaan produk yang dihasilkan
oleh perusahaan harus benar- benar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain
itu, produk yang dihasilkan harus mencerminkan kualitas yang baik. Hal tersebut
agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang mana produk yang dihasilkan dapat
diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat memuaskan konsumen.
Karena produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran, keberhasilan
suatu perusahaan dapat diketahui dari respon yang ditunjukkan oleh konsumen.
Pada situasi persaingan dan
perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan oleh faktor-aktor
eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar. Di
sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak
kalah peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang
saham. Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya
berbicara tentang penjualan, periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P
(product, place, pricing, dan promotion).
Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis
strategi (strategic business concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar
marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan
secara keseluruhan.
DAFTAR
PUSTAKA
http/Abualitya.wordpress.com/2010/02/03/menentukan-arah-baru-study
Baqir
Ash Shadir Muhammad, Buku Induk Ekonomi Islam, Jakarta : Zahra, 2008
http://devoav1997.webnode.com/tags/pengertian
distribusi dan saluran distribusi
http://id.wordpress.com/tag/manajement/ekonomi
http://inspirasiku.blogspot.com/search/label/distribusi
Mannan
M.A., Ekonomi Islam,Jakarta : Intermasa, 1992
Sudarsono
Heri, Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar, Ekonisia, Yogyakarta :2004
Wasana Jaka,
kirbrandoko, Pengantar Mikroekonomi, Jakarta : Erlangga, 1990.jpg)
