Sunday, 28 September 2014

MAKALAH “SALURAN DISTRIBUSI”

MAKALAH
“SALURAN DISTRIBUSI”
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Pemasaran yang Dbimbing Oleh Dosen Pembimbing : ..................................


Di Susun Oleh:
Nama             :.................
Semester         : 5b



INSTIKA
GULUK-GULUK SUMENEP
FAKULTAS SYARI’AH
2104


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Sejak dahulu hingga sekarang, masih berlangsung kontroversi luas dan sengit tentang pokok persoalan  distribusi pendapatan antar berbagai golongan rakyat disetiap Negara demokratis di dunia. Hal ini disebabkan kesejahteraan ekonomi rakyat sangat tergantung pada cara distribusi seluruh pendapatan nasional. Dikemukakan bahwa teori distribusi hendaknya dapat mengatasi masalah distribusi pendapatan di antara berbagai kelas rakyat. Teori ekonomi modern mengenai distribusi merupakan suatu teori yang menetapkan harga jasa produksi. Teori distribusi factorial, atau fungsional membantu kita untuk menentukan harga jasa yang diberikan oleh bermacam-macan faktor produksi.

B.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yakni:
1.           Apa pengertian dari Saluran Distribusi?
2.           Merancang Saluran  Distribusi?
3.           Manajemen Saluran  Distribusi?
4.           Dinamika Saluran  Distribusi?
5.           Persain Saluran  Distribusi?
C.      Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas, dapat diketahui bahwa tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.              Untuk mengetahui pengertian dari Saluran distribusi.
2.              Untuk mengetahui cara Merancang Saluran  Distribusi.
3.              Untuk mengetahui Manajemen Saluran  Distribusi.
4.              Untuk mengetahui Dinamika Saluran  Distribusi.
5.              Untuk mengetahui Persain Saluran  Distribusi







BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Saluran Dstribusi
Menurut Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
Saluran Distribusi
Menurut Winardi (1989:299) yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah sebagai berikut :
“ Saluran distribusi merupakan suatu kelompok perantara yang berhubungan erat satu sama lain dan yang menyalurkan produk-produk kepada pembeli.“

Sedangkan menurut Sedangkan Philip Kotler (1997:140) mengemukakan bahwa :
“ Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi “.
Saluran distribusi pada dasarnya merupakan perantara yang menjembatani antara produsen dan konsumen. Perantara tersebut dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu ; Pedagang perantara dan Agen perantara. Perbedaannya terletak pada aspek pemilikan serta proses negoisasi dalam pemindahan produk yang disalurkan tersebut.
1.    Pedagang Perantara
Pada dasarnya, pedagang perantara (merchant middleman) ini bertanggung jawab terhadap pemilikan semua barang yang dipasarkannya atau dengan kata lain pedagang mempunyai hak atas kepemilikan barang. Ada dua kelompok yang termasuk dalam pedagang perantara, yaitu ; pedagang besar dan pengecer. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa produsen juga dapat bertindak sekaligus sebagai pedagang, karena selain membuat barang juga memperdagangkannya.
2.    Agen Perantara
Agen perantara (Agent middle man) ini tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang mereka tangani.

Distribusi Fisik
Distribusi fisik merupakan aspek penting kedua dalam rangka menjadikan suatu produk tersedia bagi konsumen dalam jumlah, waktu, dan tempat yang tepat.
Dewan Manajemen Distribusi Fisik Nasional Amerika Serikat mendefinisikan distribusi fisik sebagai berikut : “ Suatu rangkaian aktivitas yang luas mengenai pemindahan barang jadi secara efisien dari akhir batas produksi kepara konsumen, serta didalam beberapa hal mencakup pemindahan bahan mentah dari suatu pembekal keawal batas produksi “.
Sistem Distribusi
Sistem distribusi bertujuan agar benda-benda hasil produksi sampai kepada konsumen dengan lancar, tetapi harus memperhatikan kondisi produsen dan sarana yang tersedia dalam masyarakat, dimana sistem distribusi yang baik akan sangat mendukung kegiatan produksi dan konsumsi.
Dalam penyaluran hasil produksi dari produsen ke konsumen, produsen dapat menggunakan beberapa jenis sistem distribusi yang dapat dikelompokkan:
1.       Distribusi langsung, dimana produsen menyalurkan hasil produksinya langsung kepada konsumen.
2.       Distribusi semi langsung, dimana penyaluran barang hasil produksi dari produsen ke konsumen melalui badan perantara milik produsen itu sendiri.

Dalam hal ini, islam menjadikan distribusi sebagai koridor bagi produksi. Adapun gagasan mengenai hubungan ini diantaranya, yaitu:
1.       Sistem ekonomi Islam memandang hukum-hukum (norma-norma) yang dibawahnya sebagai hukum yang permanen, tetap, serta valid disetiap zaman dan disegala tempat.
2.       Islam memandang proses produksi yang dijalankan oleh pekerja sebagai sebuah fase dimana berlaku hukum umum distribusi. Penggalian mata air, penebangan kayu di hutan, penambangan mineral, semua itu adalah proses produksi.
3.       Ketika level dan potensi produksi meningkat, dominasi manusia atas alam pun meningkat. Lalu akan tiba saatnya dimana manusia dengan kemampuan produksinya mengeksploitasi alam dengan skala yang lebih besar dan jangkauan yang lebih luas.
B.  Rancangan Saluran  Distribusi
Keputusan Rancangan Saluran.
§      Analisis kebutuhan layanan jasa konsumen.
§      Menetapkan tujuan dan kendala saluran.
§      Identifikasi alternatif utama.
1)      Jenis penyalur.
a.       Tenaga penjualan perusahaan,
b.      Agen pabrikan,
c.       Distributor industri.
2)      Banyaknya saluran pemasaran.
            Ada 3 strategi yang tersedia:
  1. Distribusi intensif,
  2. Distribusi eksklusif,
  3. Distribusi selektif.
Tanggungjawab anggota saluran
§      Evaluasi alternatif utama.
             Mengidentifikasi beberapa alternatif saluran
             dan ingin memilih salah satu yang paling
             memenuhi tujuan jangka panjang.
§       Merancang saluran distribusi internasional.
             Tiap-tiap sistem saluran dapat berbeda-beda
             antara satu negara dengan negara lain oleh
             karena itu pemasar harus mengadaptasikan
             strategi saluran mereka dengan struktur
             yang telah ada di tiap-tiap negara
C. Manajemen Saluran Distribusi Manajemen Saluran.
§      Memilih anggota saluran.
            Produsen harus memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan menarik perantara yang berkualitas tinggi, dan harus bekerja keras untuk memperoleh sejumlah perantara yang berkualitas.
§      Memotivasi anggota saluran.
            Perusahaan harus menjual tidak hanya melaluio perantara tetapi juga pada konsumen, perusahaan memandang perantara pemasaran sebagai pelanggan tingkat utama.
Konsep tentang saluran pemasaran disini berorientasi pada keputusan dimana fungsi-fungsi saluran tidak dapat dilakukan dengan baik tanpa adanya beberapa strategi. Strategi itu sendiri merupakan suatu rencana umum atau menyeluruh, sebagai petunjuk untuk mengambil keputusan dalam kegiatan saluran. Dalam hal ini, strategi mempunyai hubungan yang erat dengan manajemen secara fisik maupun non fisik daripada saluran. Jadi, menurut C. Glenn Walters, manajemen saluran dapat didefinisikan sebagai berikut : Manajemen Saluran adalah pengembangan strategi yang searah didasarkan pada berbagai keputusan yang berkaitan untuk memindahkan barang-barang secara fisik maupun non fisik guna mencapai tujuan perusahaan dan berada di dalam kondisi lingkungan tertentu.
D.      Dinamika Saluran  Distribusi.

            Menurut Philip Kotler, pemasaran merupakan proses sosial dimana individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran yang bebas atas produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain. Ringkasnya, pemasaran adalah memuaskan kebutuhan dan keinginan orang dengan mendapatkan keuntungan. Jika tidak mendapatkan keuntungan berarti bukan sedang berbisnis.
A.    Pondasi itu; Konsep-Konsep Dasar
Disini kita akan membahas tentang kebutuhan, keinginan, permintaan, produk dan jasa, nilai dan kepuasan, lingkungan pemasaran, jejaring dan relationship, persaingan, sampai dengan bauran pemasaran.
1.      Kebutuhan (Needs)
2.      Keinginan (Wants)
3.      Permintaan
4.      Produk
5.       Nilai Pelanggan (Customer Value)
6.      Kepuasan Pelanggan
7.      Relationship Marketing
8.      Pasar
E. Persaingan Saluran  Distribusi.
            Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar. Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan, periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan promotion).
Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi (strategic business concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan.













.











BAB III
PENUTUP
A.  SIMPULAN
Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.
         Perencanaan produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus benar- benar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, produk yang dihasilkan harus mencerminkan kualitas yang baik. Hal tersebut agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang mana produk yang dihasilkan dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat memuaskan konsumen. Karena produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran, keberhasilan suatu perusahaan dapat diketahui dari respon yang ditunjukkan oleh konsumen.
           Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar. Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan, periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan promotion).
Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi (strategic business concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan.









DAFTAR PUSTAKA

http/Abualitya.wordpress.com/2010/02/03/menentukan-arah-baru-study
Baqir Ash Shadir Muhammad, Buku Induk Ekonomi Islam, Jakarta : Zahra, 2008
http://devoav1997.webnode.com/tags/pengertian distribusi dan saluran distribusi
http://id.wordpress.com/tag/manajement/ekonomi
http://inspirasiku.blogspot.com/search/label/distribusi
Mannan M.A., Ekonomi Islam,Jakarta : Intermasa, 1992
Sudarsono Heri, Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar, Ekonisia, Yogyakarta :2004
Wasana Jaka, kirbrandoko, Pengantar Mikroekonomi, Jakarta : Erlangga, 1990

Saturday, 27 September 2014

cerpen hidup dalam kesendirian

“HIDUP DALAM KESENDIRIAN”
            Disiang yang cerah melakukan aktivitas seperi biasanya tak ada perubahan dari hari ke hari yang terus bergulir roda kehidupan ini seakan-akan diam ditempat padahal setiap hari orang lain melakukan aktivitas yang berganti-ganti sehingga dia tak merasa bosan menjalani kehidupannya. Bagi orang hidupnya tak punya memiliki orang yang spesial yang bisa menemani dikala susah maupun senang akan tetapi beginil hal terbesar dalam hidup yang bisa menghasilkan sutu kebahagiaan yang amat baik  jika bisa membuang kebosanan itu.
            Dari pagi sampai pagi lagi selalu melakukan pekerjaan itu-itu aja,akan tetapi dibalik kesendirian ini banyak yang aku pelajari karena dengan kesendirian hidup ku ini aku bisa belajar mengatasi permasalahan hidup sendiri karena itu dengan mengatasi hidup sendiri tanpa bantuan orang lain aku sadar tak kan selamanya kita bisa hidup selalu dengan orang yang selalu bersamaku ada kalanya orang itu tak berada di dekatku jadi tak selalu bergantung dengan orang lain. Selain itu aku bisa hidup mandiri dan akan mencari ide-ide baru agar terbebas dari kebosanan hidup sendiri dengan melakukan kegiatan tambahan dan menciptakan hal-hal baru.
            Tak banyak orang yang pandai merubah hal yang biasa- biasa saja menjadi hal yang luar biasa tantangan hidup yang seperti ini yang sangat sulit untuk aku yang selama ini aku selalu menjadi orang yang manja.Awal-awal kehidupan ku yang dijalani sendiri sempat timbul rasa prustasi dengan melakukan aktivitas yang tak pernah dijalani sebelumnya muka dari masak,nyuci,dan bersih- bersih rumah sendirian tapi aku tetap semangat menjalani itu semua sampai aku sadar begitu melelahkan pekerjaan yang dilakukan ibu selama ini.Sungguh besar pengorbanannya terhadap anaknya ini. Jadi mulai sekarang sadar dengan apa yang telah ku lakukan terhadap ibuku.
            Dengan ingat perjuangan ibu itulah aku merasa semangat dan tak mau mengenal rasa bosan menjalani hidup sendiri, Maka dari itu aku bekerja kesana kemari hanya ingin membuktikan pada orang tuaku bahwa aku bisa hidup mandiri.
            Dalam hidupku yang sendiri ini aku bukannya tak ingin mencari pendamping hidup untuk menemani ku aku hanya tak ingin buru-buru pergi dari masa muda ku yang banyak cita-cita yang belum terwujud dan ingin buru menjadi orang tua karna aku tak cukup punya banyak bekal ilmu untuk mengatasi masalah yang rumit dalam hidup berumah tangga jika tak mampu menyelesaikan akan menimbulkan kedholiman pada pasangan hidupku itu.
            Biyarlah aku merintis karirku dulu yang kocar kacir gini yang mencermin kan hidupki yang belum mapan untuk membina suatu hubungan rumah tangga.aku tak peduli dengan ocehan orang yang mengejek ku anggap mereka lagi menyemangati aku yang lagi bekerja keras menyongsong masa depan yang akan indah pada waktunya.
            Emang tak mudah menghilangkan ejekan orang yang selalu mengejek aku yang tak kunjung punya pacar,kenapa mereka selalu ingin ikut campur dalam kehidupan orang. Tapi kayaknya hidup lebih berarti dikala sendiri begini tak ada kata pata hati yang bisa merusak mental dan moralku.

            Dengan sendiri pula tak kan banyak orang yang tau sisi jelekku,mereka akan hanya tau sisi bagusnya aku karena tak ada orang yang akan meng orek-orek perjalanan hidup ku selama ini. Sebenarnya aku ingin mengahiri kesendirianku ini hanya saja aku belum ikhlas memupuskan kebebasan hidup sendiri ini.

Wednesday, 24 September 2014

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN k13 2 SD

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN



Satuan Pendidikan                : SDN …………………………..
Kelas/Semester                      : II/I (SATU)
Tema/Sub Tema/PB              : 3/3/3
Alokasi Waktu                       : 5 X 35 MENIT

A.    KOMPETENSI INTI (KI)
1.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga dan guru
3.      Memahami pengetahuan factual dengan cara mengamati, (mendengar, melihat, membaca) dan menanyakan bedasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, mahluk ciptaan tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4.      Menyajikan pengetahuan factual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B.     KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
BAHASA INDONESIA
KOMPETENSI DASAR
3.2. Mengenal teks cerita Narasi sederhana kegiatan dan bermain dilingkungann dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia Lisan dan Tulisan yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.
4.2. Memperagakan teks cerita narasi sederhana tentang kegiatan dan bermain dilingkungann secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat diisi dengan kosakat bahasa daerah untuk membantu penyajian.
INDIKATOR
3.2.6. mengidentifikasi berbagai aktifitas bermain di lingkungann sekolah
4.2.2. Menulis cerita narasi sederhana tentang aktivitas bermain dilingkungann rumah sekolah dengan memperhatikan penuisan EYD
4.2.3  Membacakan cerita narasi yang telah ditulis dengan lafal dan intonasi yang jelas.

MATEMATIKA
KOMPETENSI DASAR
3.2. Mengenal operasi perkalian dan pembagian pada bilangan asli yang hasilnya kurang dari 100 melalui kegiatan eksplorasi menggunakan benda konkret.
4.5   Memecahkan masalah nyata secara efektif yang berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang, berta benda dan uang, selanjutnya memeriksa kebenaran jawaban.
INDIKATOR
3.2.7 Mengidentifikasi gambar benda konkret yang bersesuaian dengan pembagian yang hasilnya ditentukan.
4.3.2 Membuat kalimat pembagian yang mungkin dari suatu bilangan asli (maksimal 500).

SBDP
KOMPETENSI DASAR
3.1. Menganal bahan dan alat serta tehniknya dalam membuat karya seni rupa
4.3. Menggambar imajinatif dengan memanfaatkan beragam media
INDIKATOR
3.1.3  Menjelaskan teknik membuat karya seni rupa.
4.3.2 Mewarnai gambar imajinatif yang telah dibuat dengan memanfaat beragam media.

C.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Dengan menggunakan pengalamannya, siswa dapat menceritakan berbagai aktivitas bermain di lingkungan sekitar dengan percaya diri.
2.      Dengan menggunakan pengalamannya, siswa dapat menulis cerita narasi sederhana tentang aktivitas bermain di lingkungan sekolah dengan memperhatikan penulisan EYD dengan cermat.
3.      Dengan menggunakan teks yang ditulis, siswa dapat membacakan cerita narasi yang telah ditulis dengan lafal dan intonasi yang jelas dengan percaya diri.
4.      Dengan membaca teks, siswa dapat menulis pertanyaan tentang permainan yang dibacakan temannya di depan kelas dengan cermat.
5.      Dengan pengamatan contoh soal, siswa dapat mengidentifikasi gambar benda konkret yang bersesuaian dengan pembagian yang hasilnya ditentukan dengan teliti.
6.      Dengan pengamatan contoh soal, siswa dapat membuat kalimat pembagian yang mungkin dari suatu bilangan asli (maksimal 500) dengan teliti.
7.      Dengan tanya jawab, siswa dapat menjelaskan teknik membuat karya seni rupa dengan cermat dan percaya diri.
8.      Dengan menggunakan cat warna, siswa dapat mewarnai gambar imajinatif dengan percaya diri dan bertanggungjawab.
D.    MATERI EMBELAJARAN
1.      Mengidentifikasi berbagai aktivitas bermain di lingkungann sekolah
2.      menulis cerita narasi sederhana tentang aktivitas bermain
3.      menyebutkan keberagaman teman sekelas berdasarkan jenis kelamin dan kegemaran/hobi
4.      menceritakan perilaku rukun dengan teman di sekolah
5.      menggambar imajinatif dengan memanfaatkan berbagai media di lingkungann sekolah
6.      menentukan gambar yang bersesuaian dengan pembagian yang di tentukan
7.      manaksir hasil bagi bilangan

E.     METODE PEMBELAJARAN
1.      Metode : Penugasan, Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab
2.      Pendekatan : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomonikasikan)

F.     MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1.      Media dan alat            :
a.       Gambar tentang operasi pembagian.
b.      Kertas atau kotak bekas.
c.       Beberapa daun, bunga untuk alat pencetak.
d.      Cat warna beraneka ragam.
2.      Sumber belajar : - Buku Siswa Kelas II dengan tema 2.
      Subtema Bermain di lingkungan sekolahku
                            
G.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.      Mengajak semua siswa berdoa menurut agama dan kepercayaannya
2.      Melakukan komunikasi kehadiran siswa
3.      Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menunjukkan gambar garuda hasil kerja siswa bersama orang tua di rumah
4.      Tanya jawab tentang gambar
5.     Menginformasikan tema yang akan di belajarkan yaitu tentang TUGASKU SEHARI-HARI :Subtema 3 PBI
10 menit
Kegiatan inti
1.     Siswa diberi arahan dan bimbingan oleh guru untuk melakukan kegiatan mengamati dengan cermat (mengamati).
2.     Siswa mengamati gambar tentang operasi pembagian (mengamati).
3.     Siswa menjelaskan gambar tentang operasi pembagian yang diamati (mengomunikasikan).
4.     Siswa membuat kalimat pembagian berdasarkan gambar (mengomunikasikan).
5.     Siswa mengamati contoh operasi pembagian dari sebuah bilangan (mengamati).
6.     Siswa menentukan operasi pembagian dari sebuah bilangan dengan berbagai kemungkinan jawaban (mengasosiasi).
7.     Siswa mendengarkan penjelasan guru sebelum memulai pembelajaran (mengamati).
8.     Siswa menceritakan aktivitas bermain kayu malele yang dipelajari sebelumnya (mengkomunikasikan).
9.     Siswa diberi arahan oleh guru untuk melakukan kegiatan menulis permainan tradisional dari daerah masing-masing dengan cermat (mengamati).
10. Siswa menulis permainan tradisional dari daerah masing-masing menggunakan bahasa yang jelas dan menarik (mengomunikasikan).
11. Siswa membacakan hasil tulisannya tentang permainan tradisional dari daerah masing-masing di depan kelas (mengomunikasikan).
12. Siswa menulis pertanyaan tentang permainan tradisional yang dibacakan temannya di depan kelas dengan bimbingan guru (menanya).
13. Siswa diberi arahan oleh guru untuk melakukan kegiatan berkreasi membuat karya senirupa dari bahan bekas dengan percaya diri (mengamati).
14. Siswa menjelaskan teknik membuat karya seni rupa dari bahan bekas (mengomunikasikan).
15. Siswa mewarnai gambar imajinatif yang telah dibuat dengan media berupa cat (mengasosiasi).
150 menit
Penutup
1.      Bersama siswa membuat kesimpulan hasil belajar
2.      Bertanya jawab tentang materi
3.      Guru member tugas siswa dengan bersama orang tua tentang menyebutkan perilaku yang sesuai sila Pancasila/ dilingkungann rumah
4.      Mengajak semua siswa berdoa
10 menit
H.    PENILAIAN PEMBELAJARAN
1.      Rubrik penilaian sikap
Minggu ke : …………. Bulan : ………….. 20…..                            Sub Tema :
No
Nama Siswa
Perubahan Tingkah Laku
Cermat
Percaya diri
Bertanggung jawab
BT
MT
MB
SM
BT
MT
MB
SM
BT
MT
MB
SM
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.













2.













3.













4.













Dst.













2.      Penilaian pengetahuan
a.  Menulis kalimat tanya berdasarkan cerita teman (skor 100)
Banyak soal : 3 buah
Skor maksimal : 3
Kunci jawaban :
  1)  Jawaban disesuaikan dengan pendapat siswa (skor 1)
  2)  Jawaban disesuaikan dengan Pendapat siswa (skor 1)
  3)  Jawaban disesuaikan dengan pendapat siswa (skor 1)
b.  Membuat kalimat pembagian (skor 100)
Banyak soal : 3 buah
Skor maksimal : 3
Kunci jawaban :
  1)  25 : 5 = 5 (skor 1)
  2)  32 : 8 = 4 (skor 1)
  3)  30 : 15 = 2 (skor 1)
c.  Membuat pembagian (skor 100)
Banyak soal : 3 buah
Skor maksimal : 3
Kunci jawaban :
1)  60 : 10 = 6  60 : 6 = 10
60 : 12 = 5  60 : 5 = 12
60 : 15 = 4  60 : 4 = 15
60 : 30 = 20  60 : 20 = 30
(skor 1)
2)  40 : 8 = 5   40 : 5 = 8
40 : 10 = 4  40 : 4 = 10
40 : 20 = 2  40 : 2 = 20
(skor 1)
3)  20 : 5 = 4    20 : 4 = 5
20 : 10 = 2  20 : 2 = 10
(skor 1)
























Mengetahui
Kepala Sekolah



......................................
NIP. 
Pamekasan,   
                                  
Guru Kelas II



........................................
NIP. 




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN



Satuan Pendidikan                : SDN ………………………
Kelas/Semester                      : II/I (SATU)
Tema/Sub Tema/PB              : 3/3/3
Alokasi Waktu                       : 5 X 35 MENIT

I.       KOMPETENSI INTI (KI)
5.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
6.      Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga dan guru
7.      Memahami pengetahuan factual dengan cara mengamati, (mendengar, melihat, membaca) dan menanyakan bedasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, mahluk ciptaan tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
8.      Menyajikan pengetahuan factual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
J.      KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
BAHASA INDONESIA
KOMPETENSI DASAR
3.2. Mengenal teks cerita Narasi sederhana kegiatan dan bermain dilingkungann dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia Lisan dan Tulisan yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.
4.2. Memperagakan teks cerita narasi sederhana tentang kegiatan dan bermain dilingkungann secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat diisi dengan kosakat bahasa daerah untuk membantu penyajian.
INDIKATOR
3.2.6. mengidentifikasi berbagai aktifitas bermain di lingkungann sekolah
4.2.2. Menulis cerita narasi sederhana tentang aktivitas bermain dilingkungann rumah sekolah dengan memperhatikan penuisan EYD
4.2.3  Membacakan cerita narasi yang telah ditulis dengan lafal dan intonasi yang jelas.

MATEMATIKA
KOMPETENSI DASAR
3.2. Mengenal operasi perkalian dan pembagian pada bilangan asli yang hasilnya kurang dari 100 melalui kegiatan eksplorasi menggunakan benda konkret.
4.5   Memecahkan masalah nyata secara efektif yang berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, waktu, panjang, berta benda dan uang, selanjutnya memeriksa kebenaran jawaban.
INDIKATOR
3.2.7 Mengidentifikasi gambar benda konkret yang bersesuaian dengan pembagian yang hasilnya ditentukan.
4.3.2 Membuat kalimat pembagian yang mungkin dari suatu bilangan asli (maksimal 500).

SBDP
KOMPETENSI DASAR
3.1. Menganal bahan dan alat serta tehniknya dalam membuat karya seni rupa
4.3. Menggambar imajinatif dengan memanfaatkan beragam media
INDIKATOR
3.1.3  Menjelaskan teknik membuat karya seni rupa.
4.3.2 Mewarnai gambar imajinatif yang telah dibuat dengan memanfaat beragam media.

K.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Dengan menggunakan pengalamannya, siswa dapat menceritakan berbagai aktivitas bermain di lingkungan sekitar dengan percaya diri.
2.      Dengan menggunakan pengalamannya, siswa dapat menulis cerita narasi sederhana tentang aktivitas bermain di lingkungan sekolah dengan memperhatikan penulisan EYD dengan cermat.
3.      Dengan menggunakan teks yang ditulis, siswa dapat membacakan cerita narasi yang telah ditulis dengan lafal dan intonasi yang jelas dengan percaya diri.
4.      Dengan membaca teks, siswa dapat menulis pertanyaan tentang permainan yang dibacakan temannya di depan kelas dengan cermat.
5.      Dengan pengamatan contoh soal, siswa dapat mengidentifikasi gambar benda konkret yang bersesuaian dengan pembagian yang hasilnya ditentukan dengan teliti.
6.      Dengan pengamatan contoh soal, siswa dapat membuat kalimat pembagian yang mungkin dari suatu bilangan asli (maksimal 500) dengan teliti.
7.      Dengan tanya jawab, siswa dapat menjelaskan teknik membuat karya seni rupa dengan cermat dan percaya diri.
8.      Dengan menggunakan cat warna, siswa dapat mewarnai gambar imajinatif dengan percaya diri dan bertanggungjawab.
L.     MATERI EMBELAJARAN
8.      Mengidentifikasi berbagai aktivitas bermain di lingkungann sekolah
9.      menulis cerita narasi sederhana tentang aktivitas bermain
10.  menyebutkan keberagaman teman sekelas berdasarkan jenis kelamin dan kegemaran/hobi
11.  menceritakan perilaku rukun dengan teman di sekolah
12.  menggambar imajinatif dengan memanfaatkan berbagai media di lingkungann sekolah
13.  menentukan gambar yang bersesuaian dengan pembagian yang di tentukan
14.  manaksir hasil bagi bilangan

M.   METODE PEMBELAJARAN
3.      Metode : Penugasan, Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab
4.      Pendekatan : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomonikasikan)

N.    MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN
3.      Media dan alat            :
e.       Gambar tentang operasi pembagian.
f.       Kertas atau kotak bekas.
g.      Beberapa daun, bunga untuk alat pencetak.
h.      Cat warna beraneka ragam.
4.      Sumber belajar : - Buku Siswa Kelas II dengan tema 2.
      Subtema Bermain di lingkungan sekolahku
                            
O.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
6.      Mengajak semua siswa berdoa menurut agama dan kepercayaannya
7.      Melakukan komunikasi kehadiran siswa
8.      Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menunjukkan gambar garuda hasil kerja siswa bersama orang tua di rumah
9.      Tanya jawab tentang gambar
10. Menginformasikan tema yang akan di belajarkan yaitu tentang TUGASKU SEHARI-HARI :Subtema 3 PBI
10 menit
Kegiatan inti
16. Siswa diberi arahan dan bimbingan oleh guru untuk melakukan kegiatan mengamati dengan cermat (mengamati).
17. Siswa mengamati gambar tentang operasi pembagian (mengamati).
18. Siswa menjelaskan gambar tentang operasi pembagian yang diamati (mengomunikasikan).
19. Siswa membuat kalimat pembagian berdasarkan gambar (mengomunikasikan).
20. Siswa mengamati contoh operasi pembagian dari sebuah bilangan (mengamati).
21. Siswa menentukan operasi pembagian dari sebuah bilangan dengan berbagai kemungkinan jawaban (mengasosiasi).
22. Siswa mendengarkan penjelasan guru sebelum memulai pembelajaran (mengamati).
23. Siswa menceritakan aktivitas bermain kayu malele yang dipelajari sebelumnya (mengkomunikasikan).
24. Siswa diberi arahan oleh guru untuk melakukan kegiatan menulis permainan tradisional dari daerah masing-masing dengan cermat (mengamati).
25. Siswa menulis permainan tradisional dari daerah masing-masing menggunakan bahasa yang jelas dan menarik (mengomunikasikan).
26. Siswa membacakan hasil tulisannya tentang permainan tradisional dari daerah masing-masing di depan kelas (mengomunikasikan).
27. Siswa menulis pertanyaan tentang permainan tradisional yang dibacakan temannya di depan kelas dengan bimbingan guru (menanya).
28. Siswa diberi arahan oleh guru untuk melakukan kegiatan berkreasi membuat karya senirupa dari bahan bekas dengan percaya diri (mengamati).
29. Siswa menjelaskan teknik membuat karya seni rupa dari bahan bekas (mengomunikasikan).
30. Siswa mewarnai gambar imajinatif yang telah dibuat dengan media berupa cat (mengasosiasi).
150 menit
Penutup
5.      Bersama siswa membuat kesimpulan hasil belajar
6.      Bertanya jawab tentang materi
7.      Guru member tugas siswa dengan bersama orang tua tentang menyebutkan perilaku yang sesuai sila Pancasila/ dilingkungann rumah
8.      Mengajak semua siswa berdoa
10 menit
P.     PENILAIAN PEMBELAJARAN
3.      Rubrik penilaian sikap
Minggu ke : …………. Bulan : ………….. 20…..                            Sub Tema :
No
Nama Siswa
Perubahan Tingkah Laku
Cermat
Percaya diri
Bertanggung jawab
BT
MT
MB
SM
BT
MT
MB
SM
BT
MT
MB
SM
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.













2.













3.













4.













Dst.













4.      Penilaian pengetahuan
a.  Menulis kalimat tanya berdasarkan cerita teman (skor 100)
Banyak soal : 3 buah
Skor maksimal : 3
Kunci jawaban :
  1)  Jawaban disesuaikan dengan pendapat siswa (skor 1)
  2)  Jawaban disesuaikan dengan Pendapat siswa (skor 1)
  3)  Jawaban disesuaikan dengan pendapat siswa (skor 1)
b.  Membuat kalimat pembagian (skor 100)
Banyak soal : 3 buah
Skor maksimal : 3
Kunci jawaban :
  1)  25 : 5 = 5 (skor 1)
  2)  32 : 8 = 4 (skor 1)
  3)  30 : 15 = 2 (skor 1)
c.  Membuat pembagian (skor 100)
Banyak soal : 3 buah
Skor maksimal : 3
Kunci jawaban :
1)  60 : 10 = 6  60 : 6 = 10
60 : 12 = 5  60 : 5 = 12
60 : 15 = 4  60 : 4 = 15
60 : 30 = 20  60 : 20 = 30
(skor 1)
2)  40 : 8 = 5   40 : 5 = 8
40 : 10 = 4  40 : 4 = 10
40 : 20 = 2  40 : 2 = 20
(skor 1)
3)  20 : 5 = 4    20 : 4 = 5
20 : 10 = 2  20 : 2 = 10
(skor 1)










Mengetahui
Kepala Sekolah



.........................................
NIP.............................
Pamekasan,   
                                  
Guru Kelas II



...........................................
NIP. ..............................