"berawal
dari kata berkhir dengan dilema"
tinta malam..............!
terucap kata dalam cerita
berkata diam, Namun tetap berbicara
berharap baik tapi tak terlaksana.
Mencoba
tersenyum, Maka sebaliknya
Aku
tak pernah mengerti dari apa
Yang
telah terjadi. Karna.................
Semua terjadi begitu cepat
Aku lelah, Aku letih dan Aku tak kuasa.
Tentang cerita yang penuh dilema
Walau aku tau, Semua akan indah
Pada waktunya.
SOME ONE LIKE YOU
Satu
kata Seribu Makna
I will always love you
Dari
Kata berakhir dilema
Sebua penantian yang tertunda
Sayang mungkin ini saja yang bisa aku berikan
padamu, tapi tinta yang kutuliskan pada secarih kertas ini berasal tangisan
hatiku, mungkin surat ini tak berarti untuk mu,Tapi bagiku ini lebih berharga dari
pada emas yang mungkin
Well you done done me and best I fell it
I tried to be cild but your’e so hot I melted
I fell right trought the cracke and now I’m
trying to get back
Before the cool done run out I’ll be giving it
“PEMIMPIN”
Kau seorang Panutan.
Ku Jadikan kau tauladan
Sebuah pernyataan yang teuh
Beralur nyanyian
sahdu
Yang keluar dari
lubang sebuah jiwa
Dan kau suruh
memilih
Ku kira benar
namun hanya,
Nyanyian bisu yang
kau keluarkan
Di depan sosok
yang penuh tanda tanya
Aku tak ingin diam
Kau suruh aku diam
Kau suruh aku
duduk
Tapi kau malah
menduduki
Kau buang aku
Padahal kau
membutuhkanku
Kami tak ingin sengsara wahai saudara.
Dan kami tak ingin menderita
Kami tak suka janji dusta
Kami butuh janji nyata
“HIDUP
IDAMAN”
Aku tau tentang apa dan bagaimana.
Aku juga dimana dan sedang apa
Seperti semua kebahagian tak ada padaku.
Aku berfikir apa semua itu adalah salahku.
Ia
sedang bahagia
Tapi
aku sengsara
Aku
tak tau
Tapi
kau tau segalanya
Mengapa
aku.............
Ada
apa denganku...........
Apa
karna aku...............
Biarlah semua tuhan yang mengatur
Yang aku tau
...................................
Aku adalah aku,,,,...,,,
Biar semua berjalan sesuai porosnya........
“TANGKAI
BERDURI”
Seseorang berkata pada matahari
Aku lebiih terik draimu
Dia juga berkata pada bintang
Aku lebih bersinar darimu
Tanpa dia ingat
Tentang noda-noda yang buruk
Yang dia ciptakan
Sook yang dia banggakan
Tak lebih dari sebuah
Bangkai yang berbau busuk
Mungkin tak ada yang menyadari
Tentang itu, Akan tetapi
Semua akan tampak dimata Ilahi
Dan andaikan kita merasa
Bahwa kita terjebak dalam jurang
Yang penuh dengan ulat belatung
Tempat,pakaian,makanan
Dari semua yang ada di dunia kita
Hanyalah merupakan sebuah kerugian
Dan kita adalah laba dari
Sebuah kerugian tersebut.
"DILIHAT
TAPI TAK TAMPK"
Disela-sela daun yang datang
Berjatuhan dari kerindangan
Dan air yang mengalir
Dengan begitu derasnya
Terdapat penglihatan yang tak tampak
Begitu bagi kami dan semuanya
Matahari............................
Bagiku kau paling sempurna
Tapi tidk bagi mereka.
Bulan ..................................
Bagiku engkau yang paling terang
Tapi lain untuk semua.
Bintang..............................
Bagi mereka adalah segalanya
Tapi bagiku hanya indah di pandang
Mereka beda tapi sama
Tak kita lihat awan berarak
Dan tak kita rasakan rentetan semut yang rapi
Masihkah kita tak terkata
Jangan sumbang jika kita masih kokoh
Apalah adanya............ dan jangan adalah
apanya.
“BUMI”
Bumi yang permai
Engkau hartaku, engkau pelitaku.
Indahnya sayap burung geleja
Seakan tertutupi oleh gedung pencakar langit
Dia enggan memberikan surganya....
Bumiku yang elok
Sejauh mata memandang
Ku lihat malaikat mennam benih
Betapa besar kuasa tuhan
Wahai penguasa bumi
Jangan jajah kita
Kasihanilah kita
Berkatmu aku hidup
Berkatmu yang menguasai.
“WAKTU
KELABU”
Jerit tangis terus menghujani
Lembaran kertas suciku
Seakan tak ada rasa letih
Menjadikan lembaran kelabu
Duh waktu.....................
Akulah korban dari
kelalaianmu
Akulah korban dari
nyanyian sahdumu
Ynag kau anggap
itu adalah
Bumbu pelengkap
jiwamu
Tapi .........................
Semua itu adalah
racun
Yang kau tuangkan
dalam rapuhnya jiwaku
Duh waktu..................
Kau tak pernah
peduli akan jeritanku
Di penghujung
ketandusan naluriku
Kau coret lembaran
putihku
Dengan pena kelabu
Sungguh kejam
caramu
Menyeretku pada
lembaran kelabu....
Petualanganku
hampir usai
Perjuanganku telah
sampai di klimaks
Yang kutungu kini
tampak
Engkau yang
mengharapkanku
Tunggu Aku.....
Janjiku kan ku
tepati
Aku akan menunggu
datang terang
Tinggalkan gelap
menghilang
Waktu sisi yang ku
nanti
Harap membawaku
Biarkan masa lalu
menghilang
Berharap tak
datang kembali
Dengan semua yang
ku lakukan
Akan berakhir dn
berlalu
Wajahmu membawaku
Hatimu menuntunku
Harap mebawaku
Masa lalu
menghilang
Berguru pada pengalaman Belajar dari Kesalahan
Dari beragam
kegagalan Aku telah banyak belajar
Oleh pengalaman
dan dari apa yang telah terjadi
Aku berlari dalam
kegelapan. Yang sunyi dan penuh dengan derita
Sungguh ironis
yang telah terjadi dan tak bisa aku pungkiri
Taikkk............... dengan yang
telah terjadi
Semua yang ku
lakukan bull shet......................
Tak sadarkah Aku
dengan semua ini
Demi semua yang
telah terjadi Aku ingin berubah
KaPok KaPok KaPok..................
“CINTAKU
BERTEPUK SEBELAH TANGAN”
Ketulusan Cinta Tak
dapat di ukur dengan apa yang terlihat di depan mata
Tapi rasakanlah
ketulusan Cinta Dengan perasaan dan Hati
Di dalam relung
ada Cahaya....................
Mungkin aku emank
tak pantas bahagia bila aku bersamamu dengan segala kekurangan ku ini, Sehingga
Aku malu tuk berada di dekatmu....
Telah lama Aku
rasakan hal ini,Sampai kapan kesunyian dan kesendirianku ini berakhir, Dalam
setiap berada di keramaian Aku masih saja merasakan kesunyian yang mendalam
memikirkan kamu yang disana, Sampai kapan kamu akan mengerti dengan tanda”
ketulusan dan keseriusan ku dalam mencintaimu.............
No comments:
Post a Comment