Saturday, 20 September 2014

kata-kata yang keluar dari HATI yang terdalam

"berawal dari kata berkhir dengan dilema"
tinta malam..............!
terucap kata dalam cerita
berkata diam, Namun tetap berbicara
berharap baik tapi tak terlaksana.
          Mencoba tersenyum, Maka sebaliknya
          Aku tak pernah mengerti dari apa
          Yang telah terjadi. Karna.................
Semua terjadi begitu cepat
Aku lelah, Aku letih dan Aku tak kuasa.
Tentang cerita yang penuh dilema
Walau aku tau, Semua akan indah
Pada waktunya.


SOME ONE LIKE YOU
                   Satu kata Seribu Makna
I will always love you
                   Dari Kata berakhir dilema
Sebua penantian yang tertunda
Sayang mungkin ini saja yang bisa aku berikan padamu, tapi tinta yang kutuliskan pada secarih kertas ini berasal tangisan hatiku, mungkin surat ini tak berarti untuk mu,Tapi bagiku ini lebih berharga dari pada emas yang mungkin
Well you done done me and best I fell it
I tried to be cild but your’e so hot I melted
I fell right trought the cracke and now I’m trying to get back
Before the cool done run out I’ll be giving it

  
“PEMIMPIN”
Kau seorang Panutan.
Ku Jadikan kau tauladan
Sebuah pernyataan yang teuh
Beralur nyanyian sahdu
Yang keluar dari lubang sebuah jiwa
Dan kau suruh memilih
Ku kira benar namun hanya,
Nyanyian bisu yang kau keluarkan
Di depan sosok yang penuh tanda tanya
   Aku tak ingin diam
   Kau suruh aku diam
   Kau suruh aku duduk
   Tapi kau malah menduduki
   Kau buang aku
  Padahal kau membutuhkanku
Kami tak ingin sengsara wahai saudara.
Dan kami tak ingin menderita
Kami tak suka janji dusta
Kami butuh janji nyata


  “HIDUP IDAMAN”
Aku tau tentang apa dan bagaimana.
Aku juga dimana dan sedang apa
Seperti semua kebahagian tak ada padaku.
Aku berfikir apa semua itu adalah salahku.
          Ia sedang bahagia
          Tapi aku sengsara
          Aku tak tau
          Tapi kau tau segalanya
                   Mengapa aku.............
                   Ada apa denganku...........
                   Apa karna aku...............
Biarlah semua tuhan yang mengatur
Yang aku tau ...................................
Aku adalah aku,,,,...,,,
Biar semua berjalan sesuai porosnya........


 “TANGKAI BERDURI”
Seseorang berkata pada matahari
Aku lebiih terik draimu
Dia juga berkata pada bintang
Aku lebih bersinar darimu
Tanpa dia ingat
Tentang noda-noda yang  buruk
Yang dia ciptakan
Sook yang dia banggakan
Tak lebih dari sebuah
Bangkai yang berbau busuk
Mungkin tak ada yang menyadari
Tentang itu, Akan tetapi
Semua akan tampak dimata Ilahi
Dan andaikan kita merasa
Bahwa kita terjebak dalam jurang
Yang penuh dengan ulat belatung
Tempat,pakaian,makanan
Dari semua yang ada di dunia kita
Hanyalah merupakan sebuah kerugian
Dan kita adalah laba dari
Sebuah kerugian tersebut.
  
"DILIHAT TAPI TAK TAMPK"
Disela-sela daun yang datang
Berjatuhan dari kerindangan
Dan air yang mengalir
Dengan begitu derasnya
Terdapat penglihatan yang tak tampak
Begitu bagi kami dan semuanya
Matahari............................
Bagiku kau paling sempurna
Tapi tidk bagi mereka.
Bulan ..................................
Bagiku engkau yang paling terang
Tapi lain untuk semua.
Bintang..............................
Bagi mereka adalah segalanya
Tapi bagiku hanya indah di pandang
Mereka beda tapi sama
Tak kita lihat awan berarak
Dan tak kita rasakan rentetan semut yang rapi
Masihkah kita tak terkata
Jangan sumbang jika kita masih kokoh
Apalah adanya............ dan jangan adalah apanya.

“BUMI”
Bumi yang permai
Engkau hartaku, engkau pelitaku.
Indahnya sayap burung geleja
Seakan tertutupi oleh gedung pencakar langit
Dia enggan memberikan surganya....

Bumiku yang elok
Sejauh mata memandang
Ku lihat malaikat mennam benih
Betapa besar kuasa tuhan

Wahai penguasa bumi
Jangan jajah kita
Kasihanilah kita
Berkatmu aku hidup
Berkatmu yang menguasai.

“WAKTU KELABU”
Jerit tangis terus menghujani
Lembaran kertas suciku
Seakan tak ada rasa letih
Menjadikan lembaran kelabu
          Duh waktu.....................
Akulah korban dari kelalaianmu
Akulah korban dari nyanyian sahdumu
Ynag kau anggap itu adalah
Bumbu pelengkap jiwamu
          Tapi .........................
Semua itu adalah racun
Yang kau tuangkan dalam rapuhnya jiwaku
          Duh waktu..................
Kau tak pernah peduli akan jeritanku
Di penghujung ketandusan naluriku
Kau coret lembaran putihku
Dengan pena kelabu
Sungguh kejam caramu
Menyeretku pada lembaran kelabu....
Petualanganku hampir usai
Perjuanganku telah sampai di klimaks
Yang kutungu kini tampak
Engkau yang mengharapkanku
          Tunggu Aku.....
Janjiku kan ku tepati
Aku akan menunggu datang terang
Tinggalkan gelap menghilang
Waktu sisi yang ku nanti
Harap membawaku
Biarkan masa lalu menghilang
Berharap tak datang kembali
Dengan semua yang ku lakukan
Akan berakhir dn berlalu
Wajahmu membawaku
Hatimu menuntunku
Harap mebawaku
Masa lalu menghilang

Berguru  pada pengalaman Belajar dari Kesalahan
Dari beragam kegagalan Aku telah banyak belajar
Oleh pengalaman dan dari apa yang telah terjadi
Aku berlari dalam kegelapan. Yang sunyi dan penuh dengan derita
Sungguh ironis yang telah terjadi dan tak bisa aku pungkiri
          Taikkk............... dengan yang telah terjadi
Semua yang ku lakukan bull shet......................
Tak sadarkah Aku dengan semua ini
Demi semua yang telah terjadi Aku ingin berubah
          KaPok KaPok KaPok..................

 “CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN”
Ketulusan Cinta Tak dapat di ukur dengan apa yang terlihat di depan mata
Tapi rasakanlah ketulusan Cinta Dengan perasaan dan Hati
Di dalam relung ada Cahaya....................
Mungkin aku emank tak pantas bahagia bila aku bersamamu dengan segala kekurangan ku ini, Sehingga Aku malu tuk berada di dekatmu....

Telah lama Aku rasakan hal ini,Sampai kapan kesunyian dan kesendirianku ini berakhir, Dalam setiap berada di keramaian Aku masih saja merasakan kesunyian yang mendalam memikirkan kamu yang disana, Sampai kapan kamu akan mengerti dengan tanda” ketulusan dan keseriusan ku dalam mencintaimu.............

No comments:

Post a Comment