Sunday, 28 September 2014

MAKALAH “SALURAN DISTRIBUSI”

MAKALAH
“SALURAN DISTRIBUSI”
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Pemasaran yang Dbimbing Oleh Dosen Pembimbing : ..................................


Di Susun Oleh:
Nama             :.................
Semester         : 5b



INSTIKA
GULUK-GULUK SUMENEP
FAKULTAS SYARI’AH
2104


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Sejak dahulu hingga sekarang, masih berlangsung kontroversi luas dan sengit tentang pokok persoalan  distribusi pendapatan antar berbagai golongan rakyat disetiap Negara demokratis di dunia. Hal ini disebabkan kesejahteraan ekonomi rakyat sangat tergantung pada cara distribusi seluruh pendapatan nasional. Dikemukakan bahwa teori distribusi hendaknya dapat mengatasi masalah distribusi pendapatan di antara berbagai kelas rakyat. Teori ekonomi modern mengenai distribusi merupakan suatu teori yang menetapkan harga jasa produksi. Teori distribusi factorial, atau fungsional membantu kita untuk menentukan harga jasa yang diberikan oleh bermacam-macan faktor produksi.

B.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yakni:
1.           Apa pengertian dari Saluran Distribusi?
2.           Merancang Saluran  Distribusi?
3.           Manajemen Saluran  Distribusi?
4.           Dinamika Saluran  Distribusi?
5.           Persain Saluran  Distribusi?
C.      Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas, dapat diketahui bahwa tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.              Untuk mengetahui pengertian dari Saluran distribusi.
2.              Untuk mengetahui cara Merancang Saluran  Distribusi.
3.              Untuk mengetahui Manajemen Saluran  Distribusi.
4.              Untuk mengetahui Dinamika Saluran  Distribusi.
5.              Untuk mengetahui Persain Saluran  Distribusi







BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Saluran Dstribusi
Menurut Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
Saluran Distribusi
Menurut Winardi (1989:299) yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah sebagai berikut :
“ Saluran distribusi merupakan suatu kelompok perantara yang berhubungan erat satu sama lain dan yang menyalurkan produk-produk kepada pembeli.“

Sedangkan menurut Sedangkan Philip Kotler (1997:140) mengemukakan bahwa :
“ Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi “.
Saluran distribusi pada dasarnya merupakan perantara yang menjembatani antara produsen dan konsumen. Perantara tersebut dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu ; Pedagang perantara dan Agen perantara. Perbedaannya terletak pada aspek pemilikan serta proses negoisasi dalam pemindahan produk yang disalurkan tersebut.
1.    Pedagang Perantara
Pada dasarnya, pedagang perantara (merchant middleman) ini bertanggung jawab terhadap pemilikan semua barang yang dipasarkannya atau dengan kata lain pedagang mempunyai hak atas kepemilikan barang. Ada dua kelompok yang termasuk dalam pedagang perantara, yaitu ; pedagang besar dan pengecer. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa produsen juga dapat bertindak sekaligus sebagai pedagang, karena selain membuat barang juga memperdagangkannya.
2.    Agen Perantara
Agen perantara (Agent middle man) ini tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang mereka tangani.

Distribusi Fisik
Distribusi fisik merupakan aspek penting kedua dalam rangka menjadikan suatu produk tersedia bagi konsumen dalam jumlah, waktu, dan tempat yang tepat.
Dewan Manajemen Distribusi Fisik Nasional Amerika Serikat mendefinisikan distribusi fisik sebagai berikut : “ Suatu rangkaian aktivitas yang luas mengenai pemindahan barang jadi secara efisien dari akhir batas produksi kepara konsumen, serta didalam beberapa hal mencakup pemindahan bahan mentah dari suatu pembekal keawal batas produksi “.
Sistem Distribusi
Sistem distribusi bertujuan agar benda-benda hasil produksi sampai kepada konsumen dengan lancar, tetapi harus memperhatikan kondisi produsen dan sarana yang tersedia dalam masyarakat, dimana sistem distribusi yang baik akan sangat mendukung kegiatan produksi dan konsumsi.
Dalam penyaluran hasil produksi dari produsen ke konsumen, produsen dapat menggunakan beberapa jenis sistem distribusi yang dapat dikelompokkan:
1.       Distribusi langsung, dimana produsen menyalurkan hasil produksinya langsung kepada konsumen.
2.       Distribusi semi langsung, dimana penyaluran barang hasil produksi dari produsen ke konsumen melalui badan perantara milik produsen itu sendiri.

Dalam hal ini, islam menjadikan distribusi sebagai koridor bagi produksi. Adapun gagasan mengenai hubungan ini diantaranya, yaitu:
1.       Sistem ekonomi Islam memandang hukum-hukum (norma-norma) yang dibawahnya sebagai hukum yang permanen, tetap, serta valid disetiap zaman dan disegala tempat.
2.       Islam memandang proses produksi yang dijalankan oleh pekerja sebagai sebuah fase dimana berlaku hukum umum distribusi. Penggalian mata air, penebangan kayu di hutan, penambangan mineral, semua itu adalah proses produksi.
3.       Ketika level dan potensi produksi meningkat, dominasi manusia atas alam pun meningkat. Lalu akan tiba saatnya dimana manusia dengan kemampuan produksinya mengeksploitasi alam dengan skala yang lebih besar dan jangkauan yang lebih luas.
B.  Rancangan Saluran  Distribusi
Keputusan Rancangan Saluran.
§      Analisis kebutuhan layanan jasa konsumen.
§      Menetapkan tujuan dan kendala saluran.
§      Identifikasi alternatif utama.
1)      Jenis penyalur.
a.       Tenaga penjualan perusahaan,
b.      Agen pabrikan,
c.       Distributor industri.
2)      Banyaknya saluran pemasaran.
            Ada 3 strategi yang tersedia:
  1. Distribusi intensif,
  2. Distribusi eksklusif,
  3. Distribusi selektif.
Tanggungjawab anggota saluran
§      Evaluasi alternatif utama.
             Mengidentifikasi beberapa alternatif saluran
             dan ingin memilih salah satu yang paling
             memenuhi tujuan jangka panjang.
§       Merancang saluran distribusi internasional.
             Tiap-tiap sistem saluran dapat berbeda-beda
             antara satu negara dengan negara lain oleh
             karena itu pemasar harus mengadaptasikan
             strategi saluran mereka dengan struktur
             yang telah ada di tiap-tiap negara
C. Manajemen Saluran Distribusi Manajemen Saluran.
§      Memilih anggota saluran.
            Produsen harus memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan menarik perantara yang berkualitas tinggi, dan harus bekerja keras untuk memperoleh sejumlah perantara yang berkualitas.
§      Memotivasi anggota saluran.
            Perusahaan harus menjual tidak hanya melaluio perantara tetapi juga pada konsumen, perusahaan memandang perantara pemasaran sebagai pelanggan tingkat utama.
Konsep tentang saluran pemasaran disini berorientasi pada keputusan dimana fungsi-fungsi saluran tidak dapat dilakukan dengan baik tanpa adanya beberapa strategi. Strategi itu sendiri merupakan suatu rencana umum atau menyeluruh, sebagai petunjuk untuk mengambil keputusan dalam kegiatan saluran. Dalam hal ini, strategi mempunyai hubungan yang erat dengan manajemen secara fisik maupun non fisik daripada saluran. Jadi, menurut C. Glenn Walters, manajemen saluran dapat didefinisikan sebagai berikut : Manajemen Saluran adalah pengembangan strategi yang searah didasarkan pada berbagai keputusan yang berkaitan untuk memindahkan barang-barang secara fisik maupun non fisik guna mencapai tujuan perusahaan dan berada di dalam kondisi lingkungan tertentu.
D.      Dinamika Saluran  Distribusi.

            Menurut Philip Kotler, pemasaran merupakan proses sosial dimana individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran yang bebas atas produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain. Ringkasnya, pemasaran adalah memuaskan kebutuhan dan keinginan orang dengan mendapatkan keuntungan. Jika tidak mendapatkan keuntungan berarti bukan sedang berbisnis.
A.    Pondasi itu; Konsep-Konsep Dasar
Disini kita akan membahas tentang kebutuhan, keinginan, permintaan, produk dan jasa, nilai dan kepuasan, lingkungan pemasaran, jejaring dan relationship, persaingan, sampai dengan bauran pemasaran.
1.      Kebutuhan (Needs)
2.      Keinginan (Wants)
3.      Permintaan
4.      Produk
5.       Nilai Pelanggan (Customer Value)
6.      Kepuasan Pelanggan
7.      Relationship Marketing
8.      Pasar
E. Persaingan Saluran  Distribusi.
            Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar. Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan, periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan promotion).
Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi (strategic business concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan.













.











BAB III
PENUTUP
A.  SIMPULAN
Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.
         Perencanaan produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus benar- benar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, produk yang dihasilkan harus mencerminkan kualitas yang baik. Hal tersebut agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang mana produk yang dihasilkan dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat memuaskan konsumen. Karena produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran, keberhasilan suatu perusahaan dapat diketahui dari respon yang ditunjukkan oleh konsumen.
           Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar. Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan, periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan promotion).
Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi (strategic business concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan.









DAFTAR PUSTAKA

http/Abualitya.wordpress.com/2010/02/03/menentukan-arah-baru-study
Baqir Ash Shadir Muhammad, Buku Induk Ekonomi Islam, Jakarta : Zahra, 2008
http://devoav1997.webnode.com/tags/pengertian distribusi dan saluran distribusi
http://id.wordpress.com/tag/manajement/ekonomi
http://inspirasiku.blogspot.com/search/label/distribusi
Mannan M.A., Ekonomi Islam,Jakarta : Intermasa, 1992
Sudarsono Heri, Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar, Ekonisia, Yogyakarta :2004
Wasana Jaka, kirbrandoko, Pengantar Mikroekonomi, Jakarta : Erlangga, 1990

No comments:

Post a Comment