Kisah hidupku
Dikala pagi
tiba siap bergegas mengerjakan pekerjaan rumah, dimulai dari mengerjakan sholat
untuk mengerjakan kewajiban sebagai ummat islam yang patuh pada tuhan dan
mengadu segala permasalahan yang melingkupi hati ini, setelah itu baru mengerjakan
pekerjaan lain sebagai orang yang ingin hidup mandiri yang ingin merepotkan
kedua orang namun awal-awal melakukan pekerjaan yang baru dikerjakan amatlah
sulit dan kewalahan namun demi suatu pencapaian yang telah di niatkan dalam
hatitetap semangat tangan ini terasa pegel-pegel dikala cucian banyak,maklum
baru tahap belajar menjadi orang yang mandiri,setelah pekerjaan umah
terselesaikan semua saatnya menuju tempat kerja.
Dulu aku
pikir jadi guru itu enak namun sekarang setelah aku menjalani profesi sebagai
guru sungguh amatlah sulit dan berat, karena banyak tuntutan dan tanggung jawab
besar yang ada pada diriku, jika Cuma mengajar itu tidaklah sulit namun
mengubah tingkah laku anak didik itu adalah suatu tantangan terbesar jika kita
mengajar di daerah pedesaan,dikerasin malah muridnya terkadang mengadu pada orang tuanya,jadi aku sebagai guru tiap
ingin berangkat mengajar mencari trik-trik yang bisa dijalankan di sekolah
dengan catatan mengubah tingkah laku anak didik tanpa menggunakan kekerasan.
Banyak kejadian
yang bisa membuat aku tertawa oleh tingka laku anak pedesaan yang ingin berpenampilan
layaknya anak kota namun tata cara yang dilakukan selalu tidak tepat/kurang
pas, mana ada orang sekaolah pakek sepatu yang berhak tinggi, aku sebagai guru
menegur namun anak otu menjawab biasa pak kemaren lagi pasaran , dalam hatiku
aku tertawa namun dengan teguran yang sekiranya tak menyakiti mental anak itu
semakin kebelakang ini anak- anak banyak yang mulai merubah penampilannya.
Jauh sebelum
menegur anak – anak ditempatku mengajar aku telah menjabarkan sifatku yang
ceplas- ceplos dalam berbicara jadi aku mengatakan pada anak-anak jika aku
senantiasa akan menegur dan marah jika aku melihat tingkah laku atau penampilan
yang tak sesuai dengan tata cara orang mencari ilmu karena kalian berada disini
mencari ilmu bukan sekedar mencari ilmu atau tempatnya pamer.
Aku bersyukur
walaupun banyak murid mengatakan bahwasannya ketika aku mengajar keras dan suka
marah namun mereka menyadari mengapa saya marah karena ada kesalahan yang
dilakukan mereka, ada pula memang memancing aku marah,karena semarah apapun aku
itu paling lama bertahan Cuma 5 menit.
Sebagai
guru penjas aku tak selalu memforsir anak-anak untuk belajar terus menerus jadi
tiap mau berangkat mengajar mencari materi agar anak-anak belajar dengan giat
namun tanpa tekanan bati dengan kata lain gak terlalu serius dan tak terlalu
santai.
Dibalik
aktivitas mengajar yang melelahkan selalu aja banyak pekerjaan sekolah yang
harus dikerjakan dirumah seakan-akan tak ada waktu untuk berlibur dengan
pekerjaan yang padat inilah banyak orang mengatakan banyak pekerjaan banyak
uang, namun aku ya diam saja karena mereka tak tau betapa sengsaranya hidupku
ini, emang sih banyak kerjaan bikin banyak duit tapi sangat melelahkan
terkadang dengan pekerjaan yang banyak dalam artian sibuk temen- temen banyak
yang mengucilkan aku ya karena aku katanya kurang bergaul tapi apalah artinya
sebuah perkataan temen ku karena mereka belum mengalami betapa sulitnya mencari
duit sendiri mereka mengatakan seperti karena mereka masih senang meminta duit
pada orang tuanya.
Biyarlah
orang ingin mengatakan apa saja padaku bagiku ocehan orang lain baik atau buruk
menjadi penyemangat hidupku untuk lebih baik lagi, karena segala permasalahan
yang ada dalam hidup ini hanyalah aku yang tawu bagaimana caranya keluar dari
suatu masalah kemasalah lain orang – orang bisa aja ngomentarin hidup aku
karena mereka tak merasakan hidup seperti aku.
Aku bersemangat
bekerja saat ini hanyalah satu yang membuat aku bersemangat yaitu karena do’a
dari kedua orang tuaku yang selalu menyertai setiap langkahku tanpa beliau aku
mungkin tak kan sanggup melewati cobaan hidup yang selalu tiba padaku ini akan
akan tetapi dibalik cobaan yang setia datang ini aku yakin akan ada suatu
kesuksesan yang aku terima dikemudian hari namun masih butuh proses tak cepet
butuh proses yang lama untuk mencapai tingkat kesuksesan yang utuh.
Ibu,Bapak
ini aku anakmu yang tak ingin melihat kalian menangis melihat anakmu ini gagal
tapi aku ingin melihat kalian menangis bahagia melihat anakmu ini sukses,jangan
berhenti mendo’akan anakmu ini, dan aku sebagai anakmu tak kan berhenti setia
menyertai untuk selalu mendoa’akanmu.