MAKALAH
PELECEHAN SEKSUAL
Disusun Oleh:
Nama :
Kelas :
No Absen :
SMP
NEGERI 1 PAMEKASAN
2014
BAB I
PENDAHULUAN
I.I LATAR BELAKANG
Pelecehan seksual merupakan perilaku
atau tindakan yang menganggu melecehkan dan tidak diundang yang dilakukan
oleh seseorang atau kelompok orang terhadap pihak lain yang berkaitan langsung
dengan jenis kelaminpihak yang diganggunya dan dirasakan menurunkan martabat
dan harga diri orang yang diganggunya.
Di
era modern seperti saat ini banyak sekali terjadi kejahatan terutama yang
berhubungan dengan seksualitas terutama yang dilakukan kepada seorang wanita
hingga hampir disetiap kasus pelecehan seksual wanitalah yang kebanyakan
menjadi korbannya, dengan berkembangnya tehnologi juga banyak pengaruhnya
terhadap perilaku pelecehan seksual, dan bahkan teknologi yang seharusnya
sangat berguna bagi pendidikan bisa menjadi media utama pelecehan seksual,
seperti halnya media internet.
Seiring
dengan berkembangnya zaman juga merubah pemikiran dari para penerus generasi
bangsa, anak-anak muda zaman sekarang cenderung senang mempertontonkan dan
mengumbar bagian-bagian tubuh mereka yang mengundang orang untuk melakukan
pelecehan seksual.
Peran
dari seorang bidan salah satunya adalah mengantisipasi dan menangani
masalah-masalah yang berhubungan dengan pelecehan seksual, sehingga perilaku
pelecehan seksual tidak semakin bertambah dan merajalela di
setiap waktunya.
I.2 RUMUSAN MASALAH
1. apa yang
dimaksud dengan pelecehan seksual?
2. apa saja
kategori pelecehan seksual?
3. apa saja macam-macam pelecehan
seksual itu?
4. apa saja
faktor-faktor yang mempengaruhi pelecehan seksual?
5. Bagaimana
dampak dari pelecehan seksual?
6. Apa saja
hukum-hukum yang mengatur tentang pelecehan seksual?
7. Apa saja
hal-hal yang harus dilakukan ketika terjadi pelecehan seksual?
8. apa saja usaha
yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadi pelecehan seksual?
I.3 TUJUAN
1. Untuk
mengetahui apa saja kategori pelecehan seksual.
2. Untuk mengetahui macam-macam pelecehan
seksual.
3. Untuk
mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pelecehan seksual.
4. Untuk
mengetahui dampak dari pelecehan seksual.
5. Utuk mengetahui
hukum-hukum yang mengatur tentang pelecehan seksual.
6. Untuk
mengetahui hal-hal yang dilakukan ketika terjadi pelecehan seksual.
7. untuk
mengetahui usaha yang dapat mencegah terjadinya pelecehan seksual.
BAB II
PEMBAHASAN
II,1 PENGERTIAN
PELECEHAN SEKSUAL
Definisi
Pelecehan Seksual adalah : perilaku atau tindakan yang mengganggu,
menjengkelkan dan tidak diundang yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang
terhadap pihak lain, yang berkaitan langsung dengan jenis kelamin pihak yang
diganggunya dan dirasakan menurunkan martabat dan harkat diri orang yang
diganggunya.
Pelecehan seksual dapat berupa :
·
Mencium (paksa), memegang tangan (sengaja ke arah seksual),
genit, gatal ,centil Memegang atau mendorong penis, dada.
·
Memegang atau menepuk bagian tubuh
tertentu.
·
Gerakan tubuh yang sok akrab dan
menjurus terhadap hubungan seksual.
·
Menatap bagian tubuh tertentu.
·
SMS atau tulisan jorok yang menjurus
terhadapa hubungan seksual.
·
Lelucon yang menjurus dan merendahkan
jenis kelaminMungkin masih banyak lagi.
II.2 KATEGORI
PELECEHAN SEKSUAL
a.
Quid pro quo
Pelecehan
seksual yang seperti ini adalah pelecehan seksual yang biasanya dilakukan oleh
seseorang yang memiliki kekuasaan otoritas terhadap korbannya, disertai
iming-iming pekerjaan atau kenaikan gaji atau promosi
b.
Hostile work environment
Pelecehan seksual yang terjadi tanpa janji atau iming-iming
maupun ancaman
Kategori pelecehan seksual menurut
Nichaus
1) Blitz
rape yaitu pelecehan seksual yang terjadi sangat cepat, sedangkan
pelaku tidak saling kenal
2) Confidence rape yaitu
pelecehan seksual dengan penipuan, hal ini jarang dilaporkan karena malu
3) Power
rape yaitu pelecehan seksual yang saling tidak mengenal,
pelaku bertindak cepat dan menguasai korban, dilakukan oleh orang yang
berpengalaman dan yakin korban akan menikmati
4) Anger rape, yaitu
pelecehan seksual dimana korban menjadi marah dan balas dendam.
5) Sadistie
rape yaitu pelecehan seksual dengan ciri kekejaman atau sampai
pembunuhan
II.3 MACAM-MACAM PELECEHAN SEKSUAL
1). Pelecehan
seksual dengan orang yang kita kenal
·
Pelecehan oleh suami/mantan suami
·
Pelecehan yang dialami seorang wanita
oleh pacar/mantan pacar
·
Pelecehan seorang wanita oleh teman
kerja atau atasan
·
Pelecehan seksual pada anak-anak oleh
anggota keluarga
2). Pelecehan
seksual dengan orang yang tidak dikenal
·
Pelecehan di penjara
·
Pelecehan saat terjaid perang
3). Pelecehan
seksual dengan ketakutan, dimana akan terjadi kekerasan jika
korban menolak
4). Pelecehan
dengan iming-iming atau paksa, dimana pelaku memiliki otoritas pada korban
5). Pelecehan
seksual mental, dengan menyerang harga diri korban melalui kata-kata kasar,
mempermalukan dengan memperlihatkan pornografi
II.4 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PELECEHAN SEKSUAL
1. Faktor Fisik
Klien dapat
mengalami penurunan keinginan seksual karena alasan fisik, karena bagamanapun
aktivitas seks bisa menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan. Kondisi fisik dapat
berupa penyakit ringan/berat, keletihan, medikasi maupun citra tubuh. Citra
tubuh yang buruk, terutama disertai penolakan atau pembedahan yang
mengubah bentuk tubuh menyebabkan seseorang kehilangan gairah.
2. Faktor Hubungan
Masalah dalam
berhubungan (kemesraan, kedekatan) dapat mempengaruhi hubungan seseorang untuk
melakukan aktivitas seksual.
Hal ini
sebenarnya tergantung dari bagimana kemampuan mereka dalam berkompromi dan
bernegosiasi mengenai perilaku seksual yang dapat diterima dan menyenangkan
3. Faktor Gaya Hidup
Gaya hidup
disini meliputi penyalahgunaan alkohol dalam aktivitas seks, ketersediaan waktu
untuk mencurahkan perasaan dalam berhubungan, dan penentuan waktu yang tepat
untuk aktivitas seks.
Penggunaan
alkohol dapat menyebabkan rasa sejahtera atau gairah palsu dalam tahap awal
seks dengan efek negatif yang jauh lebih besar dibanding perasaan eforia palsu
tersebut.
Sebagian klien mungkin tidak mengetahui
bagaiman mengatur waktu antara bekerja dengan aktivitas seksual, sehingga
pasangan yang sudah merasa lelah bekerja merasa kalau aktivitas seks merupakan
beban baginya.
4. Faktor Harga Diri
Jika harga-diri
seksual tidak dipelihara dengan mengembangkan perasaan yang kuat tentang
seksual-diri dan dengan mempelajari ketrampilan seksual, aktivitas seksual
mungkin menyebabkan perasaan negatif atau tekanan perasaan seksual.
Harga diri
seksual dapat terganggu oleh beberapa hal antara lain: perkosaan, inses,
penganiayaan fisik/emosi, ketidakadekuatan pendidikan seks, pengaharapan
pribadi atau kultural yang tidak realistik.
Sedangkan
faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual, menurut Purnawan (2004) yang
dikutip dari berbagai sumber antara lain:
a. Faktor Internal
1) Tingkat perkembangan seksual
(fisik/psikologis)
Perbedaan kematangan seksual akan
menghasilkan perilaku seksual yang berbeda pula. Misalnya anak yang berusia 4-6
tahun berbeda dengan anak 13 tahun.
2) Pengetahuan mengenai kesehatan
reproduksi
Anak yang
memiliki pemahaman secara benar dan proporsional tentang kesehatan reproduksi
cenderung memahami resiko perilaku serta alternatif cara yang dapat digunakan
untuk menyalurkan dorongan seksualnya
3) Motivasi
Perilaku
manusia pada dasarnya berorientasi pada tujuan atau termotivasi untuk
memperoleh tujuan tertentu. Hersey & Blanchard cit Rusmiati
(2001) perilaku seksual seseorang memiliki tujuan untuk memperoleh kesenangan,
mendapatkan perasaan aman dan perlindungan, atau untuk memperoleh uang (pada
gigolo/WTS)
b. Faktor Eksternal
1) Keluarga
Menurut Wahyudi
(2000) kurangnya komunikasi secara terbuka antara orang tua dengan remaja dapat
memperkuat munculnya perilaku yang menyimpang
2) Pergaulan
Menurut Hurlock
perilaku seksual sangat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya, terutama pada
masa pubertas/remaja dimana pengaruh teman sebaya lebih besar dibandingkan
orangtuanya atau anggota keluarga lain.
3) Media massa
Penelitian yang
dilakukan Mc Carthi et al (1975), menunjukan bahwa frekuensi
menonton film kekerasan yang disertai adegan-adegan merangsang berkolerasi
positif dengan indikator agresi seperti konflik dengan orang tua, berkelahi ,
dan perilaku lain sebagi manifestasi dari dorongan seksual yang dirasakannya.
II.5 DAMPAK DARI PELECEHAN
SEKSUAL
1)
yang paling sering adalah
ketidakberdayaan, kehilangan kontrol diri, takut, malu dan perasaan bersalah
2) respon emosi
korban terbagi menjadi dua, yaitu respon ekspresif (ketakutan, kemarahan,
gelisah, tegang, menangis terisak-isak) dan respon terkontrol (menyembunyikan
perasaannya, tampil tenang, menunduk dan lembut)
3) respon lain
yaitu: mandi sebersih-bersihnya, pindah rumah, menambah pengamanan,
membuang/menghancurkan benda yang berkaitan dengan pelecahan
4) beberapa hari
kemudian akan timbu memar/lecet pada bagian tubuh, sakit kepala, lelah,
gangguan pola tidur, nyeri lambung, mual, muntah, nyeri pada daerah pacinela,
gatal dan keluar darah pada vagina, marah, merasa terhina, menyalahkan diri
sendiri, ingin balas dendam, takut akan penyiksaan diri dan kematian
5) respon atau dampak jangka panjang :
gelisah, mimpi buruk, phobia sendirian, merasa menjadi orang yang kotor dan
menjijikkan, depresi, bahkan ada yang sampai menggunakan obat-obatan terlarang
maupun ingin bunuh diri.
6)
mengasingkan diri dari pergaulan.
Perasaan ini timbul akibat adanya harga diri yang rendah karena ia menjadi
korban pelecehan seksual, sehingga merasa tidak berharga, tidak pantas dan juga
merasa tidak layak untuk bergaul bersama teman-temannya. Sementara dampak yang
serius dari pelecehan seksual ujar Dra Hamidah MSi, adalah trauma.
II.6 HUKUM-
HUKUM YANG MENGATUR PELECEHAN SEKSUAL
· Pasal 289-296 tentang pencabulan
· Pasal 295-298 dan 506 tentang penghubungan
pencabulan
· Pasal 286-288 tentang persetubuhan
dengan wanita dibawaah umur
II.7 HAL-HAL
YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA TERJADI PELECEHAN SEKSUAL
·
Katakan TIDAK dengan tegas tanpa senyum
dan minta maaf
·
Buat jurnal kejadian
·
Cari informasi tentang si peleceh dan
orang-orang sekitarnya
·
Buat pernyataan tertulis kepada si
peleceh bahwa anda tidak suka dengan perilakunya
·
Hubungi atasan atau pihak berwenang atau yang mempunyai
kedudukan seperti polisi/bosorang tua/tokoh agama/tokoh masyrakat dan jelaskan
apa yang terjadi.
II.8 USAHA
YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENGHINDARI TERJADINYA PELECEHAN SEKSUAL
- Ajarkan
kepada anak mengenai perbedaan antara sentuhan yang baik dengan sentuhan
yang buruk dari orang dewasa.
- Beritahu
anak mengenai bagian tubuh tertentu yang tak boleh disentuh oleh orang
dewasa kecuali saat mandi atau pemeriksaan fisik oleh dokter.
- Ajarkan
kepada anak untuk mengatakan ’tidak’ jika merasa tidak nyaman dengan
perlakuan orang dewasa dan menceritakan kejadian itu kepada orang dewasa
yang meraka percaya.
- Ajarkan
bahwa orang dewasa tidak selalu ’benar’, dan semua orang mempunyai kontrol
terhadap tubuh mereka, sehingga ia dapat memutuskan siapa yang boleh atau
tidak boleh untuk memeluknya.
·
Jika terjadi pelecehan seksual pada
anak, beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Ciptakan
kondisi sehingga anak merasa leluasa dalam menceritakan tentang bagian
tubuhnya dan menggambarkan kejadian dengan akurat.
- Yakinkan
anak bahwa orang dewasa yang melakukannya adalah salah, sedangkan anaknya
sendiri adalah benar.Orang tua harus bisa mengkontrol ekspresi emosional
didepan anak.
BAB III
PENUTUP
III.1 SIMPULAN
Pelecehan
Seksual adalah perilaku atau tindakan yang mengganggu, menjengkelkan
dan tidak diundang yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap
pihak lain, yang berkaitan langsung dengan jenis kelamin pihak yang diganggunya
dan dirasakan menurunkan martabat dan harkat diri orang yang diganggunya.
Pelecehan Seksual terjadi disebabkan karena
factor-faktor tertentu, diantaranya: faktor gaya hidup dan hubungan, pelecehan
seksual tidak akan terjadi apabila seseorang bisa menjaga dirinya baik itu dari
hal hubungan ataupun gaya hidup bahkan media masa dan pergaulan antar sesama
pun bisa mengakibatkan terjadinya pelecehan seksual. Dan hal yang perlu
diperhatikan apabila terjadi pelecehan seksual, diantaranya adalah:
a.
Katakan TIDAK dengan tegas tanpa senyum
dan minta maaf
b.Buat jurnal kejadian
c.
Cari informasi tentang si peleceh dan
orang-orang sekitarnya
d.
Buat pernyataan tertulis kepada si
peleceh bahwa anda tidak suka dengan perilakunya
e.
Hubungi atasan atau pihak berwenang
atau yang mempunyai kedudukan seperti polisi/bosorang tua/tokoh agama/tokoh
masyrakat dan jelaskan apa yang terjadi.
Kejadian pelecehan seksual perlu
ditindak tegas, maka dari itu kita harus mempunyai trik-trik tertentu apabila
hal itu terjadi, diantaranya ialah:
- Ajarkan kepada anak mengenai perbedaan antara
sentuhan yang baik dengan sentuhan yang buruk dari orang dewasa.
- Beritahu anak mengenai bagian tubuh tertentu yang
tak boleh disentuh oleh orang dewasa kecuali saat mandi atau pemeriksaan
fisik oleh dokter.
- Ajarkan kepada anak untuk mengatakan ’tidak’ jika
merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang dewasa dan menceritakan kejadian
itu kepada orang dewasa yang meraka percaya.
III.2 KRITIK
DAN SARAN
Telah kita ketahui bahwa semakin
majunya perkembangan zaman, maka semakin maju pula peradaban manusia dan
semakin banyak pula kejadian-kejadian yang tidak diinginkan yang terjadi pada
setiap manusia, dianttaranya termasuk pelecehan seksual. Oleh karena itu dari
uraian-uraian pada halaman-halaman sebelumnya, kami menyarankan :
o Ajarkan kepada
anak mengenai perbedaan antara sentuhan yang baik dengan sentuhan yang buruk
dari orang dewasa.
o Beritahu anak
mengenai bagian tubuh tertentu yang tak boleh disentuh oleh orang dewasa
kecuali saat mandi atau pemeriksaan fisik oleh dokter.
o Ajarkan kepada
anak untuk mengatakan ’tidak’ jika merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang
dewasa dan menceritakan kejadian itu kepada orang dewasa yang meraka percaya.
DAFTAR
PUSTAKA
Githa,
2010. “Kejahatan Asusila bagi Anak di Bawah Umur”.
http://githa.student.umm.ac.id/2010/07/02/kejahatan-asusila-bagi-anak-di-bawah-umur/.
Diakses pada Minggu, 20 April 2014
Saut,
Prins David. 2014. “4 Sikap Kemendikbud Terhadap JIS Atas Kasus Pelecehan
Seksual ”.
http://news.detik.com/read/2014/04/17/062320/2557700/10/5/4-sikap-kemendikbud-terhadap-jis-atas-kasus-pelecehan-seksual,
20 April 2014