MAKALAH
PENJASKES
“LOMPAT TINGGI”
Disusun
Oleh :
Nama :
No. :
Kelas :
SMP NEGERI 1
PAMEKASAN
TAHUN PELAJARAN
2013/2014
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Masyarakat Indonesia,
dalam era globalisasi ini tidak dapat menghindar dari arus derasnya
kompleksitas perubahan (Inovasi) sebagai akibat canggihnya teknologi informasi,
telekomunikasi , tatanan ekonomi dunia yang mengarah pada pasar bebas,serta
tingkat efisiensi dan kompetitif yang tinggi di berbagai bidang kehidupan.
Suka/ tidak suka, mau/tidak bangsa Indonesia harus mengikutinya jika tidak akan
ketinggalan dan mungkin disebut Negara “primitif”
Globalisasi adalah
suatu proses tatanan sosial yang mendunia dan tidak berbatas atau tak mengenal
batas wilayah. Globalisasi adalah suatu proses dari gagasan yang sengaja
dicari dan dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang
akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman
bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli
dkk.Kewarganegaraan.2005)
Menurut pendapat Krsna
(Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara
Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi
berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi
ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam
interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua
bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,
pertahanan keamanan dan lain- lain. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat
kita hindari kehadirannya.Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi
kehidupan suatu negara termasuk Indonesia.Pengaruh tersebut meliputi dua sisi
yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.
B. Maksud
dan Tujuan
Dalam penyusunan makalah
ini, mengandung maksud dan tujuan yaitu :
1.
Sebagai bahan ajar penulis sendiri.
2.
Agar para pembaca lebih mengerti tentang dampak
globalisasi terhadap kehidupan sehari-hari.
3.
Sebagai pemenuhan dari tugas yang diberikan kepada
penulis.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. .Pengertian
Lompat Tinggi
Lompat
tinggi merupakan salah satu cabang olahraga yang
melakukan gerakan lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya.
Ukuran lapangan sama dengan lompat jauh,
B. .Tahapan
pada lompat tinggi
Semua gaya lompatan dapat
dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu :
a)
Awalan, gerakan berlari menuju mistar
b)
Tolakan, gerakan kaki menumpu pada lantai untuk
menaikkan badan.
c)
Melayang, gaya dan kedudukan badan ketika berada di
udara dan di atas mistar.
d)
Mendarat, jatuhnya badan diatas matras.
C. Dalam
lompat Tinggi ada beberapa gaya yang dilakukan, sebagai berikut:
1. Gaya
Gunting (Scissors)
Gaya
gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya
(yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya
tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting. Diganti
karena kurang ekonomis.Cara melakukan:Si pelompat mengambil awalan dari
tengah. Bila pelompat pada saat akan melompat, tumpuan pakai kaki kiri (bila
ayunan kaki kanan), maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki lagi. Waktu
di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap
kembali ke tempat awalan tadi.
2. Gaya
Guling sisi (Western Roll)
Pada
gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi
dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah
tapi dari samping.
3. Gaya
Guling (Straddle)
Pelompat
mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian
yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.
Menumpu
pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki
ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas
mistar telungkap. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk.
Pada
waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan
kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur
punggung tangan dan berakhir pada bahu.
4. Gaya
Fosbury Flop
Cara
melakukanya:
· Awalan, harus
dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk
awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
.Tolakan,
Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya.Yakni, harus
kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh
badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan
disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan
keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat
dan dilakukan bersama-sama.
.Sikap
badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki
tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada
diatas mistar dengan busur melintang.
.Cara
mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi
60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama
kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Yang
diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan
kecepatan yang terkontol.Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu
banyak.Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar.
Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan
punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran
kedalam dari lutut kaki ayun (bebas).Angkat kemudian luruskan kaki
segera sesudah membuat lengkungan.
D. Peraturan
asas lompat tinggi
Peserta
mestilah melonjak dengan sebelah kaki.Peserta boleh mula melompat di mana-mana
ketinggian permulaan yang disukainya Sesuatu lompatan akan dikira batal jika
peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang semasa membuat
lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat.
Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut
(tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan terkeluar
daripada pertandingan. Seseorang peserta berhak meneruskan lompatan (walaupun
semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat menuruskannya lagi mengikut
peraturan Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga
bahagian tengah disebelah atas padang.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Lompat tinggi
merupakan olahraga yang menguji ketrampilan meompat dengan melewat tiang
mistar.Lompat tinggi adalah salah satu cabang dari atletik. Tujuan olahraga ini
untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut
dengan ketinggian tertentu.Tinggi tiang mistar yang harus dilewati atlet
minimal 2,5 meter, sedangkan panjang mistar minimal 3,15 meter. Lompat tinggi
dilakukan di arena lapangan atletik.Lompat tinggi dilakukan tanpa bantun alat.
Dalam pertandingan,
mistar akan dinaikkan setelah peserta berhasil melewati ketinggian mistar.
Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki Peserta boleh mulai melompat di
mana-mana ketinggian permulaan yang disukainya Sesuatu lompatan akan dikira
batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang
semasa membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya
melompat Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali
bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan
terkeluar daripada pertandinga Seseorang peserta berhak meneruskan lompatan
(walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat menuruskannya lagi
mengikut peraturan Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah
hingga bahagian tengah disebelah atas padang.Setiap peserta akan diberi peluang
sebanyak tiga kali untuk melakukan lompatan. Jika peserta tidak berhasil
melewati mistar sebanyak tiga kali berturut-turut, dia dinyatakan gagal. Untuk
menentukan kemenangan, para peserta harus berusaha melompat setinggi mungkin
yang dapat dilakukan.Pemenang ditentukan dengan lompatan tertinggi yang
dilewati.
No comments:
Post a Comment