Friday, 16 November 2012


Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak

PEMBELAJARAN ADAPTIF DI SEKOLAH INKLUSI

Filed under: Pembelajaran — banura at 4:57 am on Sabtu, Agustus 27, 2011
Oleh: Ansyari, SE
Guru SD Negeri 24 Banda Aceh

Pembangunan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyeluruh dan sungguh-sungguh untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional. Berdasarkan hal tersebut, pembangunan pendidikan mencakup berbagai dimensi yang luas dan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka dan multimakna.
Pendidikan secara faktual merupakan pengalaman belajar seseorang sepanjang hidup. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa setiap orang di dunia ini berhak untuk mendapatkan pendidikan. Setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan termasuk juga pendidikan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus (anak-anak penyandang cacat). Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional telah menggalakkan pendidikan inklusi, dimana anak-anak yang berkebutuhan khusus dapat bersekolah di sekolah reguler terutama di tingkat dasar.
Permasalahan utama dalam pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi adalah penggunaan metode atau model pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi kebutuhan siswa, sehingga potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang optimal. Berdasarkan kepentingan siswa, pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang demokratis, tidak otoriter, harus fleksibel tidak kaku, berorientasi kepentingan siswa bukan guru, lebih banyak memberi kebebasan bukan membelenggu, pelayanan lebih pada individual sedikit klasikal, tidak hanya tekstual tetapi kontekstual (mengaitkan dengan kenyataan kehidupan).
Untuk menghadapi permasalahan di atas, dibutuhkan suatu model pembelajaran yang efektif dan efisien sebagai alternatif, yaitu model pembelajaran yang diharapkan mampu melibatkan siswa dalam keseluruhan proses pembelajaran dan dapat melibatkan seluruh aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus, harus disesuaikan dengan kondisi siswa tersebut, oleh karena itu lahirlah istilah pembelajaran adaptif. Bila kita merujuk pada kata adaptif yang merupakan kata dari bahasa Inggris ”adapt” yang mempunyai arti ”menyesuaikan dengan”, maka pembelajaran adaptif bagi anak berkebutuhan khusus merupakan pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi siswa. Artinya yang menyesuaikan adalah pembelajaran itu sendiri, baik metode, alat/media pembelajaran, dan lingkungan belajar, bukan siswanya. Jadi pembelajaran adaptif pada intinya adalah modifikasi aktivitas, metode, alat, atau lingkungan pembelajaran yang bertujuan untuk menyediakan peluang kepada anak dengan kebutuhan khusus mengikuti program pembelajaran dengan tepat, efektif serta mencapai kepuasan. Prinsip utama dalam modifikasi aktivitas adalah penyesuaian aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan potensi siswa dalam melakukan aktivitas tersebut.
Ciri-ciri Pembelajaran Adaptif
Sebagai pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran adaptif mempunyai ciri:
  1. Memperhatikan perbedaan individu siswa.
Pada dasarnya setiap manusia tidak ada yang sama, oleh karena itu dalam pembelajaran yang adaptif, guru sangat memperhatikan perbedaan dari setiap siswanya yang implikasinya dalam proses pembelajaran di kelas hal tersebut disesuaikan dengan jenis dan karakteristik kelainan, kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh siswa. Pembelajaran adaptif ini harus dapat memperbaiki dan atau meminimalkan dampak dari kelainan yang dimiliki siswa, bukan memperburuk kondisi siswa.
  1. Sebagai alat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Pembelajaran adaptif harus dapat mengakomodasi untuk pengembangan potensi yang dimiliki anak dengan kebutuhan khusus.
Prinsip-prinsip Pembelajaran Adaptif
Pada dasarnya prinsip pembelajaran adaptif sama dengan prinsip pembelajaran pada umumnya, yaitu:
  1. Kesempatan Belajar.
Kegiatan pembelajaran perlu menjamin pengalaman siswa untuk secara langsung mengamati dan mengalami proses, produk, keterampilan dan nilai yang diharapkan
  1. Motivasi.
Guru harus senantiasa memberikan motivasi kepada siswa agar tetap memiliki gairah dan semangat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar.
  1. Latar/Konteks.
Guru perlu mengenal siswa secara mendalam, menggunakan contoh, memanfaatkan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar, dan semaksimal mungkin menghindari pengulangan-pengulangan materi pengajaran yang sebenarnya tidak terlalu penting bagi anak.
  1. Keterarahan.
Setiap akan melakukan kegiatan pembelajaran, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan sasaran dan alat yang sesuai serta mengembangkan strategi pembelajaran yang tepat.
  1. Menyenangkan.
Kegiatan belajar perlu menyediakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa.
  1. Hubungan sosial.
Dalam kegiatan belajar-mengajar, guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu mengoptimalkan interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, guru dengan siswa dan lingkungan, serta interaksi banyak arah.
  1. Belajar sambil bekerja.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru harus banyak memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan praktek atau percobaan atau menemukan sesuatu melalui pengamatan, penelitian, dan sebagainya.
  1. Individualisasi.
Guru perlu mengenal kemampuan awal dan karakteristik setiap anak secara mendalam baik dari segi kemampuan maupun ketidakmampuannya dalam menyerap materi pelajaran.
  1. Menemukan.
Guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu memancing anak untuk terlihat secara aktif baik fisik, mental, sosial, dan/atau emosional.
Penerapan pembelajaran adaptif akan efektif diimplementasikan apabila ada kemauan, ketekunan, kerja keras dan ketulus-ikhlasan guru dalam mendidik anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi tempatnya mengajar. Insya Allah dengan kerjasama dan sinergi yang solid dari seluruh stakeholder yang terlibat akan menjadikan dunia pendidikan kita semakin bermutu dan profesional. (ASam)

No comments:

Post a Comment